Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dari Keluarga Pemusik, Berhasil Pukau Juri

izak-Indra Zakaria • Senin, 8 Maret 2021 | 13:49 WIB
Photo
Photo

Namanya seketika melambung. Usai tampil memukau dalam audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021 yang ditayangkan di salah satu televisi swasta, Sabtu (6/3) malam.

 

FITRI WAHYUNINGSIH, Bontang

 

PENAMPILAN apik yang dipadu suara merdu dan cengkok dangdut yang khas itu dengan mudah buat dia mendapat atensi. Walhasil, dalam audisi yang digawangi tiga juri itu; Inul Daratista, Lesti Kejora, dan Reza Zakarya, ia diganjar selempang. Tanda dara 19 tahun itu berhasil melangkah ke tahap selanjutnya. Dialah Evi.

Dara 19 tahun ini adalah satu-satunya wakil Bontang dalam LIDA 2021. LIDA adalah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut yang cukup tersohor di Indonesia. Tahun ini, LIDA memasuki musim keempat. Usai pertama kali tayang medio Januari 2018 lalu.

Pelajar kelas 3 SMK ini mengatakan, awalnya dia mengetahui soal pembukaan audisi LIDA melalui posting-an panitia di Instagram. Kala itu, pengujung 2020.

Memasuki awal Januari 2021, dia mulai daftarkan diri. Ketika itu juga, rupanya ada pencari bakat yang menghubungi dia langsung. Tepatnya pada 7 Januari 2021.

"Setelah itu, baru kami audisi lewat Zoom (audisi virtual), nyanyi langsung depan jurinya. Dari Kaltim ada 20 orang, itu sudah termasuk saya," kata Evi di kediamannya di Kecamatan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (7/3) siang.

Dari 20 orang yang ikut audisi virtual, ada lima yang lolos ke Jakarta. Untuk mengikuti audisi di studio utama, dan disaksikan langsung dewan juri artis. Balikpapan mengirim dua perwakilan, Samarinda dan Kutai Kartanegara masing-masing satu perwakilan. Sementara dari Bontang ada Evi.

Tepat 5 Februari, Evi bersama empat perwakilan Kaltim lainnya terbang ke Jakarta. Dua hari mereka menjalani karantina. Dalam masa karantina itu, segala sesuatunya mesti dipersiapkan. Olah vokal, fisik, dan utama, menurut Evi, ialah mental.

Bukan tanpa alasan. Sebab pada 8 Februari mereka akan merasakan atmosfer awal LIDA yang sesungguhnya. Membawakan lagu di studio utama. Dinilai langsung juri artis. Disiarkan televisi. Yang konsekuensinya, mendapat perhatian luas oleh publik se-Indonesia.

Dari lima perwakilan Kaltim, hanya dua yang lolos tahap selanjutnya. Evi dari Bontang, satu dari Balikpapan. Keduanya masuk audisi 70 besar. Yang merupakan hasil penjaringan calon bintang terbaik di tiap daerah.

Anak pasangan Nurdiah dan Herman Ame ini mengatakan, kecintaan terhadap musik sudah tumbuh sejak belia. Ini tak lain, sebab ia tumbuh dalam keluarga musisi. Abang-abangnya, berkecimpung di musik.

"Saya dari kecil sudah terbiasa nyanyi dari satu panggung ke panggung lain," kata gadis mungil ini.

Panggung pertama dia jajal ketika masih kelas 5 SD. Kendati mengaku tidak membatasi diri, tapi genre dangdut sejak awal menarik minat Evi. Bukan apa-apa, karena musik inilah yang sejak kecil lekat ia dengar, sering ia nyanyikan. "Dari awal memang sudah dangdut sih," bebernya. (rdh/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria