Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perkuat Daya Tarik Pariwisata lewat Sate Patin

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 27 Maret 2021 - 19:58 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA-Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Samarinda terus berusaha membangun citra pariwisata Kota Tepian lewat kuliner. Mereka mencoba menghadirkan makanan khas Samarinda, yaitu sate ikan patin. Selain bahan baku yang mudah didapat dan murah, makanan tinggi protein ini dianggap sangat potensial menjadi kuliner wajib di Samarinda.

Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso mengatakan, pemerintah kota merespon baik gagasan dari badan promosi pariwisata daerah untuk mencari makanan khas Samarinda. Sudah ditemukan, sate patin. Pihaknya mendukung penuh promosi sate patin sebagai makanan khas Samarinda.

“BPPD Samarinda mulai mempromosikan sate patin sebagai makanan khas Samarinda. Ini akan mendukung pariwisata kota, sehingga paling tidak kalau ada tamu yang berkunjung dan bertanya apa makanan khas Samarinda sudah bisa dijawab, yaitu sate patin,” ungkapnya usai membuka acara jelajah kuliner khas Samarinda, di Hotel Mercure, Rabu (24/3) malam.

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat sate patin akan dilaporkan ke wali kota agar bisa langsung di-launching secara resmi. Pihaknya mendukung penuh sate patin dijadikan makanan khas Samarinda. Ikan patin gampang ditemukan di Kota Tepian, harganya juga tidak terlalu mahal serta rasanya yang enak.

Pihaknya berharap promosi ikan patin sebagai makanan khas tidak hanya sampai di sini saja, tapi bisa terus digaungkan oleh pelaku kuliner di Samarinda. “Namanya ikan pasti sehat, protein tinggi dan yang terpenting bahan bakunya tersedia di pasaran. Sehingga, sate patin sangat potensial untuk dikembangkan di Samarinda, sebagai makanan khas kota ini,” pungkasnya.

Ketua BPPD Samarinda HM Zulkifli mengatakan, pihaknya berusaha mengangkat citra pariwisata. Salah satunya dengan menyiapkan kuliner khas Kota Tepian. Sementara ini yang dikenal sebagai makanan khas Samarinda, itu nasi kuning. Namun, nasi kuning dianggap belum menjadi branding khusus Kota Tepian. Sehingga perlu dicari makanan khas Samarinda yang bisa mencerminkan daerah ini dengan bahan yang mudah didapat.

“Beberapa waktu lalu ada lomba kuliner di MLG Samarinda, ternyata antusias ikan patin ini sangat besar. Selama ini, patin hanya dibakar atau masak kuning, tapi kalau disate sama sekali tidak ada tulang sehingga lebih enak,” katanya.

Menurutnya, ikan patin dipilih karena rasanya yang enak serta bahan baku yang tersedia cukup banyak. Patin ini harganya juga sangat terjangkau, sehingga bisa diberikan branding sebagai makanan khas Samarinda. Pihaknya berharap antusiasme masyarakat kota bisa mendukung sate patin sebagai makanan khas Kota Tepian.

“Kita berharap BPPD bisa terus membangun citra pariwisata Samarinda, sehingga dimulai dari kuliner khas ikan patin lalu bisa menjadi tujuan pariwisata nasional maupun internasional nantinya,” tutupnya. (ctr/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#pemkot samarinda #samarinda