Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lahan Tambahan untuk Makam Korban Covid-19 di Samarinda Sudah Siap Digarap

izak-Indra Zakaria • Selasa, 13 Juli 2021 - 10:25 WIB
Pemakaman Serayu, yang terdiri 15 blok sudah hampir penuh.
Pemakaman Serayu, yang terdiri 15 blok sudah hampir penuh.

SAMARINDA-Sejak Maret 2020 lalu, wabah Covid-19 masuk ke Kota Tepian. Hingga kini, penyebaran virus masih terjadi. Bahkan belakangan kian meningkat.

Tingginya kasus berdampak terhadap bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit yang ada. Namun, imbas lainnya adalah kapasitas lahan pemakaman Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum di Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Sebab, angka kematian rupanya turut meningkat. Menurut data Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda per 10 Juli pukul 17.00 Wita, angka kematian bertambah lima kasus kematian.

"Sabtu lalu saja ada 15 kasus meninggal, teman-teman yang bertugas memakamkan harus bekerja sampai pukul 02.00 Wita," kata Kepala Bidang Prasarana, Sarana, Utilitas Umum Disperkim Samarinda Neneng Chamelia Shanti.

Setahun lebih digunakan, lebih dari setengah areal pemakaman telah terisi. Khususnya luas 1 hektare yang digunakan sejak 28 April 2020 lalu, kini hanya bisa menampung 200 makam. Dengan kata lain, pemakaman yang terdiri dari 15 blok itu hampir penuh.

"Kalau yang masih bisa tertampung untuk blok A yang digunakan mungkin bisa sampai 200 saja, ya mudah-mudahan bisa teratasi (Covid-19) jangan sampai penuh lah," lanjutnya. Jika nantinya kapasitas penuh, lanjut Neneng, sebidang tanah seluas 1,5 hektare telah disiapkan. Diprediksi dapat menampung sekitar 1.500 jenazah. Bahkan lahan pemakaman nantinya dijadikan pilot project pemakaman modern.

"Blok sebelah itu sudah land clearing. Kalau kesiapan seperti lahan yang digunakan sekarang, rencana pembagian blok itu sudah ada, di mana jalan dan makamnya," jelasnya.

Kendati pematang lahan dan perencanaan telah rampung, lahan seluas 1,5 hektare tersebut belum bisa digunakan. Rencananya lahan yang menggunakan anggaran bantuan keuangan (bankeu) senilai Rp 6 miliar itu baru dapat digunakan akhir tahun ini.

"Itu kan dapat bankeu, untuk penyelesaiannya yang sekarang, tapi ya semoga jangan sampai ke situ, tapi kalau memang perlu, ya pasti kami persiapkan," kuncinya. (*/dad/dra/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda