VATIKAN–Paus Fransiskus minta maaf kepada rakyat Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan pada Minggu (12/6) karena harus membatalkan kunjungannya akibat masalah lutut. Paus berharap, kondisinya akan membaik.
Vatikan mengumumkan perjalanan 2–7 Juli telah ditunda tanpa batas waktu karena penyakit lutut paus berusia 85 tahun itu. Kondisi itu telah memaksanya untuk menggunakan kursi roda selama lebih sebulan.
”Saya merasa sangat menyesal bahwa saya harus menunda perjalanan ini, yang masih sangat ingin saya lakukan,” kata Paus Fransiskus dalam pemberkatan Minggu (12/6) di hadapan ribuan orang seperti dilansir dari Antara di Lapangan Santo Petrus.
”Saya mohon maaf atas hal ini. Mari kita berdoa bersama agar dengan pertolongan Tuhan dan dengan pengobatan medis, saya bisa datang kepada Anda sesegera mungkin. Kami berharap,” tambah Paus Fransiskus.
Vatikan mengatakan pada Kamis (9/6) bahwa perjalanan itu ditunda agar tidak membahayakan hasil terapi yang dia jalani untuk lututnya. Pada Minggu (12/6), paus menyebut penyakitnya, yang diyakini sebagai ligamen robek, sebagai masalah dengan kaki. Paus Fransiskus juga menderita linu panggul, yang menyebabkan dia pincang bahkan sebelum masalah lututnya meningkat.
Sumber-sumber Vatikan mengatakan, Paus telah menerima beberapa suntikan seminggu untuk penyakitnya serta terapi fisik. Dia berharap mendapatkan kembali setidaknya sebagian kemampuan untuk berjalan sebelum perjalanan dimulai.
Mereka mengatakan, Paus menolak operasi karena masalah anestesi umum setelah operasi untuk mengangkat sebagian ususnya setahun yang lalu. Paus masih dijadwalkan mengunjungi Kanada mulai 24–30 Juli.
Paus juga mengimbau para pendengarnya untuk tidak mengakomodasi perang di Ukraina. ”Jangan biarkan berlalunya waktu menumpulkan rasa sakit dan kepedulian kita terhadap orang-orang yang mati sebagai martir itu,” ucap Paus Fransiskus. (jpc/luc/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria