Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Proyek Trestel Pondong Perlu Rp 84 M, Dikerjakan Tahun Jamak Sampai 2023

izak-Indra Zakaria • Senin, 22 Agustus 2022 - 10:20 WIB
DIPERLEBAR: Jalan masuk Pelabuhan Pondong, Paser, ini akan diperluas lagi, bertambah 8 meter.
DIPERLEBAR: Jalan masuk Pelabuhan Pondong, Paser, ini akan diperluas lagi, bertambah 8 meter.

TANA PASER - Pembangunan dermaga jembatan atau trestel di Pelabuhan Pondong, Desa Pondong Baru Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, baru bisa selesai pada 2023. Butuh anggaran Rp 84 miliar untuk menyelesaikan pelebaran sisi kanan dan kiri, masing-masing ditambah 4 meter dari total panjang 200 meter, dengan skema multiyears contract (MYC/tahun jamak).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tana Paser, Capt Aditya Karya, mengatakan dana proyek ini bersumber dari APBN. Pengerjaan tahap satu menelan anggaran Rp 19 miliar dengan target pekerjaan 5 persen hingga Desember 2022 mendatang. Sementara target tahap dua dikerjakan sejak Januari hingga Oktober 2023.

"Jalan pelabuhan yang sekarang ini sudah ada sejak 1994, sehingga perlu peningkatan. Baru bisa dilakukan karena status kawasan pelabuhan ini sudah lepas dari cagar alam," kata Aditya, Minggu (21/8).

Diketahui pada 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan enam desa di Paser lepas dari cagar alam. Di antaranya Pasir Mayang, Maruat, Padang Pengrapat, Harapan Baru, Jone dan Pondong Baru. Keputusan Menteri KLHK ialah mengeluarkan pusat-pusat permukiman desa di wilayah Teluk Adang seluas 4.480,31 hektare.

Pengerjaan dermaga pada 2022 dimulai dari penilikan sebelum proses pemancangan dan pelebaran. Aditya mengatakan untuk tahap sekarang masih dilakukan survei termasuk pembuatan peta batimetri untuk mengetahui kondisi pasang surut air.

Sementara agar tetap melancarkan proses bongkar muat angkutan pelabuhan, Aditya menyebut telah membuat skema dalam mengatur hal tersebut.

Adapun target dari rehabilitasi ini, ditegaskan, sebagai kelanjutan program Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KUPP dalam melihat potensi ekonomi di Kabupaten Paser dari transportasi laut.

Program ini sangat baik dan berpotensi mampu mendukung peningkatan perekonomian di Kabupaten Paser. Apalagi, Paser saat ini juga belum bisa memanfaatkan transportasi laut untuk distribusi barang.

Selain berharap pembangunan dari APBN, Pemkab Paser juga bisa mendukung pembangunan untuk pelabuhan kontainer. Sehingga dengan kolaborasi, bisa mempercepat pengembangan pelabuhan yang selama ini terbilang hidup segan mati tak mau. (jib/far/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria