BALIKPAPAN – Keberadaan polisi cepek atau Pak Ogah kian ramai di titik-titik persimpangan Kota Minyak. Ini menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan. Rencananya, Dishub akan menggandeng Satpol PP untuk melakukan penertiban maraknya oknum pengatur jalan tersebut.
Kepala Dishub Balikpapan Elvin Junaidi mengatakan, pihaknya mengetahui ada beberapa titik lokasi Pak Ogah kerap muncul. Terutama, ketika jam sibuk semakin ramainya. Pihaknya telah menertibkan Pak Ogah seperti di Jalan DI Panjaitan (Gunung Guntur) dan Jalan MT Haryono.
“Seperti di Jalan MT Haryono ada anak-anak menggunakan baju gamis, itu sudah kami tindak. Hanya setelah kami tertibkan mereka kembali,” katanya. Tak jarang, pihaknya juga mendapat informasi dari warga terkait lokasi aksi Pak Ogah. Setelah ada laporan, Dishub segera mengirim petugas ke lokasi.
Namun masalahnya, setiap ada petugas Dishub yang berjaga, oknum pengatur jalan liar tidak muncul. Elvin mengatakan, petugas biasanya stand by pada kondisi tertentu atau ada jam khusus sesuai jadwal mereka bertugas. Selama itu, oknum warga yang menjadi Pak Ogah tidak akan terlihat.
Berbeda ketika petugas Dishub sudah tak berjaga, bergantian mereka yang muncul mengatur jalan. “Jadi, oknum ini tidak setiap saat atau lama, mereka ambil cepat saja sekitar satu sampai dua jam,” sebutnya. Dia mengaku sulit untuk pengawasan karena Pak Ogah kerap berpindah tempat.
Apalagi, mereka bisa kapan saja bertugas alias bolak-balik. Elvin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penertiban pengatur jalan liar ini agar tidak semakin marak. Keberadaan Pak Ogah turut membahayakan pengguna jalan. “Itu masuk mengganggu ketertiban umum, kami akan koordinasi dengan Satpol PP,” sebutnya. (ms/k15)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria