BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan berupaya mencari solusi bagi keikutsertaan kontingen Balikpapan ke Porprov 2022. Wakil rakyat melakukan rapat dengar pendapat untuk mengetahui kendala.
Komisi IV bertemu dengan Disporapar untuk membahas keberangkatan atlet ke Berau, tuan rumah porprov tahun ini. Anggota Komisi IV Ardiansyah mengatakan, sementara hanya mengundang Disporapar dan tidak melibatkan KONI.
“Kami mau bertanya dulu, kan (opini) yang terjadi di masyarakat ini bahwa pemerintah kota tidak mau ikut Porprov lah,” katanya. Sehingga pihaknya memanggil Disporapar terlebih dahulu sebagai perwakilan Pemkot Balikpapan.
Tujuannya untuk mengetahui dan menjawab asumsi masyarakat terhadap keputusan Pemkot Balikpapan atas nasib atlet. “Kami minta penjelasan dari Disporapar dulu, ketika masyarakat bertanya kami bisa menjawab dengan baik,” imbuhnya.
Nantinya, setelah RDP ini sangat memungkinkan juga Komisi IV akan bertemu pihak KONI agar mendapat penjelasan dari kedua pihak. Menurutnya, kini permasalahan utama terletak pada waktu yang mepet.
Terutama persiapan penyediaan fasilitas kontingen atlet. KONI menyerahkan data atlet pada 6 Oktober lalu. “Kalau ada yang mengatakan adanya dualisme KONI, saya lihat tadi itu ya tidak ada,” ucapnya.
Dia pun tak ingin berkomentar soal pendapat yang beredar tersebut. Mengingat tupoksi DPRD Balikpapan bertugas untuk mengawasi dan mengalokasikan anggaran. Dia tidak punya kewenangan atau intervensi terhadap masalah KONI.
Dia menegaskan buka pemerintah tidak merencanakan. Sebab soal anggaran sudah dialokasikan untuk kegiatan tersebut. Nominal Rp 16 miliar dari APBD Perubahan 2022. “Soal anggarannya sudah ada, hanya soal waktu,” tandasnya. (din/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan