Distribusi barang ke Mahulu tersendat. Sungai yang jadi jalur utama pengiriman barang, kondisinya mengering. Walhasil, harga keperluan pokok di kabupaten yang berdiri sembilan tahun lalu melambung tinggi.
UJOH BILANG–Kekeringan ekstrem melanda Mahakam Ulu (Mahulu). Hampir semua lini merasakan dampaknya. Aliran Sungai Mahakam pun mendangkal. Akhirnya batu-batu terlihat. Kondisi itu menyebabkan transportasi air terhambat.
Siklus saluran distribusi keperluan pokok yang terhambat jadi masalah terbesar bagi kabupaten termuda di Kaltim itu. Mengingat nyaris sepenuhnya pasokan keperluan bahan pokok bergantung dengan moda transportasi sungai. Kemarau membuat pasokan sembako ke kabupaten terutama ke ulu riam terhenti.
Sejauh ini kapal transportasi barang yang mengangkut bahan baku dari Samarinda sampai ke Long Bagun, Mahulu hanya sampai Kampung Long Iram, Kutai Barat. Sehingga biaya angkut bertambah karena harus menjemput. Begitu pula stok bahan pangan di atas ulu riam hampir dipastikan langka dan harga barang melonjak jauh tinggi di luar kewajaran.
Informasi terbaru dihimpun bahkan 1 karung beras seberat 25 kilogram mencapai Rp 750 ribu di Kecamatan Long Apari, Mahulu. Atau dengan kata lain, 1 kilogram beras seharga Rp 30 ribu. Padahal tahun lalu, harga sekilogram beras masih setengah dari itu. Harga itu memang jauh dibanding harga di Balikpapan dan Samarinda yang 1 kilogramnya rata-rata sekitar Rp 12–14 ribu.
Meski begitu, Pemkab Mahulu berupaya meminimalisasi dampak kemarau berkepanjangan tersebut. Yakni mengadakan subsidi ongkos angkut (SOA) yang dipercepat tahun ini. Sebelumnya SOA dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir tahun. Namun dengan melambungnya harga beras, program tersebut dipercepat. Selain itu, peremajaan jalan darat yang sudah semakin usang karena kerap digunakan.
Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun berkomitmen sembako mesti satu harga. Untuk mengadakan SOA tersebut, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Sehingga bisa dilakukan secepatnya.
Maka dua kecamatan yang berada di atas hulu riam diperintahkan untuk mempercepat masalah administrasi dalam berbentuk surat kegawatdaruratan. Sehingga bisa melaksanakan SOA dari biaya tak terduga (BTT) yang biasanya disediakan tiap tahun.
Dia menuturkan, pernyataan gawat darurat harus dinyatakan dalam surat, sebagai bentuk pertanggungjawaban ke depan dalam program yang akan dilimpahkan ke Mahulu. Di samping dari keseriusan pemkab dalam membantu masyarakat. “Persyaratan itu mutlak untuk selanjutnya mendapatkan bantuan dari pusat maupun Pemprov Kaltim,” sebutnya.
SOA kali ini akan menyasar tidak hanya moda sungai tapi juga darat. Pengupayaan itu dilakukan agar ketergantungan dengan transportasi sungai bisa diminimalisasi. Terlebih biaya transportasi darat dinilai lebih murah ketimbang sungai.
Yohanes memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperbaiki kerusakan jalan di beberapa titik. Selain dirinya juga telah meminta perusahaan setempat untuk berkontribusi merawat jalan, karena digunakan bersama. “Nanti kami juga akan minta perusahaan untuk mengangkut alat berat dengan kendaraan supaya tidak merusak aspalnya,” sebut dia.
Beberapa titik jalan perbatasan juga sudah ada aspal. Namun, daerah dari hulu ke hilir masih dalam bentuk batu dan tanah. Bahkan, titik rusak terparah berada di Kilometer 14 hingga Kilometer 18. “Pengendara mobil harus bersusah payah melintasi jalan, karena jalannya rusak,” bebernya.
Dia mengungkapkan, ada satu jembatan di Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai dipastikan tahun ini akan kembali tersambung setelah sempat putus. “Kami berusaha, agar distribusi barang ini biayanya bisa ditekan. Harga sembako sampai ke tangan warga pun lebih terjangkau,” jelasnya.
Memastikan hal tersebut, Pemkab Mahulu bekerja sama Polres Mahulu dalam pengawasan keperluan pokok. Agar tidak ditimbun oleh oknum dengan memanfaatkan momen kelangkaan.
Wakapolres Mahulu Kompol I Made Pasek Irawan mengajak instansi camat maupun kampung di atas hulu riam untuk berkoordinasi dengan polsek setempat. Agar tidak adanya penimbunan. “Sudah jadi tugas kami melakukan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penimbunan. Sehingga Pak Camat dan petinggi bisa berkontak dengan polsek sekitar nantinya,” ujarnya.
Yohanes memastikan, kerja sama pihaknya dengan Polres Mahulu diharapkan subsidi bisa tepat sasaran. Dengan begitu, tim pengecekan angkutan bahan baku dengan standar yang telah ditetapkan. Selain bahan pangan, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan obat-obatan jadi atensi saat masa kekeringan ini. (*/sya/rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria