Lomba produk inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kecamatan Balikpapan Selatan tahun ini diikuti 12 peserta yang terlibat dalam kegiatan, yang melahirkan berbagai karya inovasi.
BALIKPAPAN–Gelar TTG berlangsung pada Rabu (22/2) di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan. Selain jumlah peserta, pengembangan bidang TTG juga bervariasi, mulai pengembangan energi baru terbarukan, pengolahan daur ulang sampah, pengembangan sistem berbayar elektronik, pengelolaan pertanian modern, pendeteksi kebencanaan dan pendeteksi kondisi tanah.
Camat Balikpapan Selatan Heruressandy Setia Kesuma sangat mengapresiasi kegiatan yang tentunya memacu kreativitas dari masyarakat di Kecamatan Balikpapan Selatan, agar terus berinovasi menciptakan produk-produk yang diharapkan memiliki nilai guna dan nilai jual.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah peserta yang mendaftar bertambah dari tahun sebelumnya. Kategori umum berjumlah lima peserta, dan kategori pelajar/mahasiswa berjumlah tujuh peserta,” ucapnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta terutama dari kategori pelajar/mahasiswa yang sudah mau ikut ambil bagian lomba TTG tahun ini, dan berharap semua peserta terus mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya terhadap teknologi yang sudah ditemukan, dirancang dan dipublikasikan.
“Semua itu akan menjadi modal awal kesuksesan peserta dalam hal keikutsertaan pengembangan teknologi tepat guna, dan memiliki manfaat besar bagi pembangunan Balikpapan, khususnya sebagai beranda IKN Nusantara,” imbuhnya.
Kegiatan itu juga mendorong pemerintah dalam menggelar lomba inovasi sebagai upaya menjawab permasalahan yang dihadapi di masyarakat, serta dapat mengoptimalkan potensi sumber daya dan menghasilkan produk unggulan.
Kecamatan Balikpapan Selatan akan mengirim dua peserta yang merupakan juara pertama dari kategori umum dan kategori pelajar/mahasiswa untuk diikutsertakan dalam lomba TTG di tingkat kota.
Tim juri lomba TTG di Balikpapan Selatan terdiri dari Posyantek Kecamatan Supardi, Djumadi Purwito dari Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FLPM), dan Iswanto dari Karang Taruna Kecamatan.
Juara dari kategori umum hasil karya Noor Mansyah dari Kelurahan Gunung Bahagia dengan produk pupuk organik cair berbasis mikroba gas metan. Dan juara kategori pelajar merupakan siswa dari SMK 1 dengan inovasi alat peringatan dini potensi banjir yang menggunakan sensor ultrasonik. (pms/dra/k16)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : izak-Indra Zakaria