Terjadi kebakaran di Hotel Whiz Prime di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (16/5) pukul 14.50 Wita. Menurut informasi dari staf hotel, api dan kepulan asap diduga berasal dari lantai 7 hotel tersebut. Disebutkan Hotel Whiz Prime memiliki 154 kamar dan hampir semua terisi penuh.
Dalam video amatir tampak tiga orang di lantai 7 berdiri di pijakan luar jendela lantai 7. Mereka terpaksa keluar dari jendela karena kepulan asap membuat tidak bisa melihat lagi. Mereka akhirnya diselamatkan oleh Basarnas dan BPBD Kota Balikpapan. “Saya sedang istirahat, tiba-tiba AC mati, sunyi tidak ada suara. Tak lama setelah itu bunyi kretek-kretek, lalu saya buka pintu kamar, ternyata sudah asap semua dan api di depan kamar saya, kamar nomor 154,” ujar Ferry dari Dinas ESDM yang menginap di Hotel Whiz Prime.
Begitu pula Sugiharni yang mengaku sempat terjebak di balkon kamar lantai 8 selama 30 menit. “Saya mau siap-siap tidur, kok ada bau asap,” kata ASN dari Dinas ESDM Kalsel ini. Namun karena sudah cukup lelah karena baru saja pulang dari rapat, Sugiharni tak menghiraukan bau asap tersebut. Namun saat hendak tertidur, mendadak listrik dan televisi di kamarnya padam. Bersamaan dengan itu, bau asap semakin tajam.
“Saya buka pintu dan keluar kamar, ternyata asap sudah tebal. Karena panik dan bingung harus kemana, saya masuk kamar lagi,” ujar pria 49 tahun ini. Karena asap di kamar semakin tebal, dia lantas membuka jendela kamar dan keluar menuju balkon untuk mendapatka udara segar. Dia lalu menghubungi rekannya yang sudah lebih dulu berhasil meninggalkan kamar.
“Saya telepon teman saya, saya bilang kalau masih berada di kamar. Setelah 30 menitan saya dievakuasi petugas dengan selamat,” tuturnya. Tamu hotel lainnya, Murjani (47) mengaku tengah tertidur di kamar 304 saat kejadian kebakaran. Dia baru saja pulang dari rapat di Hotel Golden Tulip mewakili Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel.
“Tiba-tiba asap memenuhi kamar, akhirnya saya terbangun,” kata Murjani. Melihat asap memenuhi kamar, Murjani lantas membuka jendela untuk mendapatkan udara segar. Dia tak bisa keluar karena asap di lorong begitu pekat. Sekitar 20 menit kemudian, Murjani baru bisa keluar setelah personel datang. “Saya dengar ada sirine pemadam, di situ saya mulai tenang dan keluar kamar karena asap sudah mulai berkurang,” ungkapnya.
Dia mengaku turun ke lobi melalui tangga darurat dan langsung keluar hotel. Murjani bahkan sempat mendapatkan perawatan karena mengalami sesak napas. “Mata saya perih, ludah saya hitam, sesak napas saya,” tandasnya.
Berdasarkan penuturan salah satu petugas hotel, api pertama kali muncul dari lantai 7 kamar hotel. “Sepertinya dari panel listrik yang korsleting,” katanya. Api berhasil dipadamkan BPBD dalam waktu 1 jam dan langsung dilakukan pendinginan. Adapun korban yang sesak napas langsung diberikan pertolongan pertama dengan menggunakan oksigen.
Kuat dugaan kebakaran dikarenakan hubungan arus pendek pada panel listrik di lantai 7 hotel. “Ini (penyebab) baru informasi sementara dari karyawan. Sebab pastinya nanti polisi yang menyelidiki,” ujar Plt Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali. Meski sempat menemui kendala, Usman menyebut seluruh pengunjung dapat dievakuasi dalam keadaan selamat. Hanya saja, beberapa harus mendapat perawatan karena mengirup asap kebakaran.
“Kebanyakan sesak nafas karena menghirup asap,” kata Ali. Dalam proses evakuasi, BPBD Balikpapan dibantu para relawan dan Basarnas Balikpapan. (oky/ hul/kpg/ cal)
Editor : izak-Indra Zakaria