BONTANG – Masuknya daging beku atau frozen dikeluhkan oleh sejumlah pedagang daging sapi di Bontang. Pasalnya, banyak konsumen yang beralih membeli daging frozen ketimbang daging sapi dari pedagang di pasar. Hal itu juga berdampak pada pendapatan yang mereka dihasilkan.
Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengatakan, pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) harus membuat rumusan kebijakan, termasuk di dalamnya yang terkait stabilitas harga.
Dikatakannya, pedagang lokal tak memiliki sarana yang mumpuni jika dibandingkan dengan daging beku yang banyak ditawarkan di pasaran. Jadi, dalam hal ini, pemerintah perlu mengambil peran.
“Kalau dibandingkan, ya jelas berbeda. Karena ketika pedagang mengambil daging, maka hanya bisa menjual pada hari itu juga. Tidak bisa seawet daging yang dibekukan,” katanya.
Menurutnya, laju dan jumlah daging yang masuk seharusnya bisa diatur. Tentunya mempertimbangkan jumlah kebutuhan daging sapi dalam kurun waktu tertentu. Dari data kebutuhan tersebut, barulah dirumuskan pasokan yang terbagi dari sumber-sumber yang ada.
Adapun sistem ekonomi yang dianut saat ini, pemerintah memiliki peran dalam mengawasi dan mengatur agar tidak terjadi kesenjangan di dalamnya.
“Misalnya ada perbedaan harga antara pedagang di pasar dengan daging beku yang dijual, maka harga daging yang masuk tidak boleh melampaui harga di pasaran saat ini. Jadi masyarakat tidak serta-merta langsung beralih ke daging beku,” lanjutnya.
Ia menekankan hak pedagang-pedagang itu harus diperhatikan dan dilindungi. Sebab, perekonomian keluarga mereka bergantung pada hasil penjualannya. “Karena banyak yang menggantungkan kehidupannya dari sana. Kalau tidak dijaga, kasihan juga mereka,” pungkasnya. (kpg/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria