Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kembangkan Kampung Tematik, Sesuaikan Potensi Wilayah

izak-Indra Zakaria • Senin, 7 Agustus 2023 | 13:49 WIB
BANYAK BEKAL:  Sekcam Balikpapan Tengah Netty Musriani (duduk, kanan) bersama Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Suwanto dan narasumber lainnya setelah pelatihan Kampung Tematik yang diikuti warga GSI.LUPUS/KP
BANYAK BEKAL: Sekcam Balikpapan Tengah Netty Musriani (duduk, kanan) bersama Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Suwanto dan narasumber lainnya setelah pelatihan Kampung Tematik yang diikuti warga GSI.LUPUS/KP

BALIKPAPAN–Kecamatan Balikpapan Tengah saat ini mengembangkan konsep kampung tematik yang dapat mendorong potensi wisata baru, dan pengembangan usaha warga. Itu dimaksudkan guna mempercantik lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga dengan optimalisasi potensi setiap wilayah kelurahan.

Kamis (3/8), di kampus Stiepan, pelatihan kampung tematik dilaksanakan. Suwanto yang merupakan ketua komisi II DPRD Balikpapan, Wakil Ketua I Bidang Akademik Stiepan Muhammad Riza Permadi, dan Sekar Inggar Rengganis sebagai dosen program studi Teknik Lingkungan dari Universitas Balikpapan menjadi narasumber. Pelatihan diikuti warga Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI), yang saat ini sedang berproses untuk membangun Kampung Bungas, yakni kampung buah, bunga dan sayur.

Sekretaris Kecamatan Balikpapan Tengah Netty Musriani yang membuka kegiatan mengatakan, pembinaan kampung tematik bertujuan membuka wawasan terkait pentingnya peran serta masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang maju. Dan melahirkan masyarakat yang sejahtera melalui kegiatan bertema, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Pelatihan adalah sebagai pembekalan warga Kelurahan Gunung Sari Ilir yang saat ini sedang berproses membangun kawasan pemukiman penduduk setempat menjadi Kampung Bungas. “Kecamatan Balikpapan Tengah berterima kasih kepada para narasumber yang berkenan berbagi ilmu kepada seluruh peserta dari warga Kelurahan GSI,” ucapnya.

Suwanto mengatakan, kampung tematik adalah salah satu sasaran mengorganisir masyarakat untuk membuka wawasan terkait kampung yang bertema. “Bila sudah memiliki tema, bisa menjadi perubahan dan perputaran wadah ekonomi di situ. Membuat temanya yang disepakati masyarakat. Itu dicoba untuk memberikan pelatihan terkait langkah-langkah yang harus dilakukan,” jelasnya.

Di Kampung Bungas GSI juga sudah membuat hidroponik sayur hampir seribu lubang, dengan target mencapai 5 ribu lubang di akhir tahun yang ada di halaman rumah warga. “Berbicaranya kreatif dan inovatif, kalau tidak ada lahan halaman pun jadi. Bisa diubah lokasi pertanian kecil, tapi bila dijadikan beberapa tempat akan jadi besar juga. Itu tentunya bisa menjadi kampung yang di tengah kota bisa menghasilkan produksi pertanian,” pungkasnya. (pms/dra)

 

SUPRIYONO LUPUS

@queenzalikalila0917

 

Editor : izak-Indra Zakaria