SANGATTA - Lahan basah Mesangat Suwi di Kutai Timur telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) melalui Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 522.5/K.672/2020. Di dalam kawasan tersebut, ada buaya badas hitam, salah satu spesies yang masuk daftar merah berstatus critically endangered dan habitatnya hanya tersisa di Kutai Timur.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan, buaya ini ada di perairan Mesangat, Muara Ancalong, dan lahan di sana sangat penting bagi ekosistem primata lainnya.
"Mesangat dan Suwi ini luar biasa lahan basahnya, di mana di dalamnya hidup habitat buaya yang tidak ada di dunia kecuali di situ, namanya buaya badas," ungkapnya.
Selain buaya badas, ada satwa liar lainnya yang hidup di lokasi tersebut dan merupakan primata yang hanya ada di daratan Kalimantan. Kedua satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi.
"Ini juga aneh, bekantan ini primata yang hanya ada di Kalimantan, warnanya merah, hidungnya mancung," ujarnya.
Ardiansyah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawalan agar habitat satwa liar tersebut tidak sampai punah karena ini sangat penting bagi ekosistem di Kutai Timur. "Kawasan ini jangan sampai berubah karena ini sangat penting bagi ekosistem," imbuhnya.
Selain itu, Ardiansyah Sulaiman berharap rumusan kebijakan yang bisa berdampak pada pengolahan kawasan tersebut dapat berkesinambungan dan berkelanjutan. "Bagaimana caranya agar kawasan ini memberikan manfaat dan nilai ekonomis bagi masyarakat," pungkasnya. (*/kai/ind/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria