RING ROAD. Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda, yang melakukan penyelidikan insiden kecelakaan maut di jalur Jalan Ring Road, Kelurahan Lok Bahu menemukan fakta penyebab terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya seorang remaja.
Fakta itu didapat setelah Polantas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kecelakaan terjadi, Selasa siang (30/8) lalu. Dalam penyelidikan di TKP. Polantas mendapati sedimentasi tanah yang cukup tebal di tepi badan jalan. Material tanah itu diduga menjadi pemicu tergelincirnya pemotor.
Selain itu fakta lain yakni adanya truk parkir di badan jalan, yang membuat pemotor menabraknya dan akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka parah. "Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan. Kalau dari hasil olah TKP, penyebab kecelakaan yakni jalan berpasir dan parkir truk di badan jalan," beber Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, melalui Kasat Lantas, Kompol Creato Sonitehe Gulo didampingi Kanit Lakalantas, Iptu Jevier Syukur, Rabu (30/8).
Dalam proses penyelidikan itu, dua saksi rencananya baru akan dimintai keterangan. Sementara sopir truk nahas yang masih diamankan masih berstatus saksi. "Keterangan sementara sopir. Truk itu beerapa hari dalam perbaikan, namun pada saat kejadian sebenarnya sudah bisa jalan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden lakalantas maut yang disebabkan truk parkir di badan jalan kembali terulang, Selasa siang (30/8) lalu. Kejadian nahas itu menimpa seorang remaja yang berstatus pelajar bernama Geren Erven, pelajar kelas XI (kelas 2) SMA Negeri 14. Diusianya yang masih menginjak 15 tahun, Geren kehilangan nyawa lantaran tubuhnya terjerembap di kolong truk Mitsubishi PS 120 warna kuning dengan nopol EB 9905 H.
Kecelakaan itu terjadi ketika Geren yang mengendarai motor Yamaha Aerox warna hijau toska dengan nopol KT 6497 BAK melaju dari arah Loa Bakung menuju simpang Pangeran Suryanata.(oke/beb)
Editor : izak-Indra Zakaria