BONTANG - Seekor buaya yang diduga Riska berhasil ditangkap oleh tim dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Selasa (3/10) sekira pukul 04.00 dini hari. Hal itu turut dibenarkan Ambo yang merupakan konten kreator sekaligus warga yang kerap memberi makan Riska.
Saat dijumpai, Ambo mengatakan bahwa sebelum ditangkap, sang istri dan anaknya sempat bermimpi berpamitan dengan buaya Riska. Info tersebut langsung terkonfirmasi usai ia mendapat laporan dari sang pengacara.
"Paginya saya langsung dikirimkan foto sama pengacara saya lewat WhatsApp kalau Riska ditangkap," akunya.
Setelah melihat ciri buaya dari foto tersebut, Ambo meyakini bahwa buaya tersebut merupakan Riska. Lantaran buaya di foto tersebut berukuran 4 meter dan bagian bawah moncong berwarna kuning. "Cuma Riska dan buaya Ompong yang ukurannya 4 meter. Buaya lainnya 3 meteran saja," sebutnya.
Diakuinya, saat Selasa malam Ambo tidak bisa turun ke lapangan bersama petugas BKSDA. Lantaran diadang oleh petugas kepolisian. "Enggak bisa ke mana-mana saya. Orang malamnya saya dijagain terus. Nah, kebetulan Riska berjemur makanya mudah ditangkap," tutupnya.
DEMI RASA AMAN
Terpisah, menyikapi komentar warga yang menyebut apakah buaya yang ditangkap Riska atau bukan, menurut Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris, hal tersebut tak perlu diributkan, sebab evakuasi tersebut merupakan hasil keputusan bersama.
"Itu (buaya) Riska atau bukan, bergantung siapa yang mengatakan. Selama ini saja ada perbedaan pendapat buaya mana yang menyerang," katanya.
Apabila hal itu diperdebatkan berlarut-larut, masalah yang ditimbulkan bukan hanya antara korban dan buaya yang menyerang. Dikhawatirkan konflik merembet antara korban dan Ambo.
"Jelas tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi, sehingga pertimbangan yang paling utama hanya keselamatan masyarakat," imbuhnya.
Sebelumnya, lanjut dia, sudah diputuskan agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim mengevakuasi empat buaya yang sering masuk ke permukiman, tanpa terkecuali.
Ia pun mengapresiasi kerja keras tim BKSDA Kaltim dan pihak yang membantu proses evakuasi. "Sudah ada komitmen juga kepada masyarakat, aparat, pemerintah, hingga korban itu sendiri," ucap politikus yang sering dipanggil AH itu.
Oleh karena itu, ia meminta agar evakuasi dua buaya lain dilanjutkan, seperti kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya. "Saat ini telah diamankan dua buaya. Masih ada dua lainnya. Minimal sudah mengurangi rasa waswas masyarakat," tandasnya. (kpg/ind/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria