Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kebutuhan Baja untuk Pembangunan IKN Meningkat

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 21 Oktober 2023 - 11:42 WIB
ILUSTRASI: Kementerian PUPR menilai penyediaan produk baja dan jasa penunjangnya dalam pembangunan IKN Nusantara di Sepaku PPU mengalami peningkatan. IST
ILUSTRASI: Kementerian PUPR menilai penyediaan produk baja dan jasa penunjangnya dalam pembangunan IKN Nusantara di Sepaku PPU mengalami peningkatan. IST

Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai penyediaan produk baja dan jasa penunjang­nya dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sangat di­perlukan.

Untuk itu, Kementerian PUPR mendorong agar produsen baja nasional dan kontraktor menguta­makan produk baja dalam negeri dalam pembangunan IKN.

“Semakin masifnya pembangu­nan IKN saat ini tentunya akan semakin membutuhkan produk baja dan jasa penunjangnya,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Ke­menterian PUPR, Iwan Suprijanto di sela-sela kegiatan Penandatan­ganan Nota Kesepahaman antara PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan PT. Karya Logistik Nusan­tara tentang Kerjasama Penyedi­aan Produk Baja dan Jasa Penun­jangnya Dalam Rangka Pemban­gunan Ibu Kota Negara Nusantara di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian PUPR, Kamis (19/10).

Penandatanganan Nota Kesepa­haman antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan PT Karya Logistik Nusantara tentang Ker­jasama Penyediaan Produk Baja dan Jasa Penunjangnya Dalam Rangka Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara dilaksanakan secara langsung oleh Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Per­sero) Tbk. Muhammad Akbar den­gan Direktur Utama PT Karya Lo­gistik Nusantara, Ferry Endrianto disaksikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dan Deputi Bi­dang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.

Menurut Iwan, IKN juga menjadi ajang bagi produsen baja nasional dan BUMN untuk menunjukkan kualitas produksi, pekerjaan dan sinergi dalam proses pembangu­nan di lapangan. Selain itu, jasa logistik pelabuhan dan produk baja nasional ke depan juga harus semakin dapat kepercayaan agar bisa bersaing secara sehat.

Terkait dengan pasokan baja ke IKN, Iwan menambahkan, perlu adanya konsolidasi sehingga ba­rang yang dikirimkan tidak han­ya berupa lonjoran batang baja secara utuh tapi sebisa mungkin sudah dirancang sedemikian rupa agar bisa langsung dirangkit dan dipasang ketika sampai di tempat proyek pembangunan.

“Kementerian PUPR juga men­dorong penerapan revolusi kon­struksi dengan konsep pembangu­nan yang meminimalisir sampah konstruksi atau minimum waste construction. Jadi sebisa mungkin nantinya baja yang dipasok ha­rus sudah siap untuk dipasang,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Iwan juga mengapresiasi kerjasama antara PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan PT. Karya Logistik Nusan­tara tentang Kerjasama Penyedi­aan Produk Baja dan Jasa Penun­jangnya Dalam Rangka Pemban­gunan Ibu Kota Negara Nusantara. Menurutnya pada akhir tahun ini pembangunan IKN akan semakin masif mengingat sudah banyak proyek pemerintah dan investor yang mulai melaksanakan ground breaking infrastruktur di IKN.

“Pemerintah telah melak­sanakan pembangunan IKN berupa infrastruktur dasar dan prasarana dasar, dan pusat pemer­intahan. Jangan maknai pemban­gunan IKN sebagai proyek semata tapi bagaimana visi besar pemer­intah ke depan untuk kesejahter­aan masyarakat dan pemerataan pembangunan Indonesia sehingga bisa bersaing dengan bangsa maju lainnya,” harapnya.(net/vie)

 

Editor : izak-Indra Zakaria