Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Curhat dengan Guru BK, Kenapa Ragu?

izak-Indra Zakaria • 2023-11-08 11:33:51
Photo
Photo

Oleh
Rudy Hendro Purnomo, SPd, Gr
Guru BK SMA 8 Samarinda

Bimbingan dan konseling (BK) merupakan bagian integral dalam suatu struktur organisasi di sekolah. BK memiliki tugas dalam membantu permasalahan peserta didik atau konseli di sekolah. Adapun pengertian BK Permendikbud 111/2014 adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru BK untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik untuk mencapai kemandirian dalam kehidupannya.

Dalam pelaksanaan layanan BK diperlukan tenaga ahli yang memiliki kualifikasi dalam penerapan kepada peserta didik. Di sini disebut sebagai guru BK. Untuk lebih jelasnya yang dimaksud dengan guru BK adalah pendidik yang berkualifikasi akademik minimal sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang BK dan memiliki kompetensi di bidang BK. Sementara itu, pengertian konseli adalah penerima layanan BK pada satuan pendidikan atau sama dengan yang namanya peserta didik.

Sesuai Permendikbud 111/2014 disebutkan bahwa Layanan BK memiliki tujuan membantu konseli mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karier. Layanan BK bagi konseli pada satuan pendidikan memiliki fungsi antara lain, pemahaman diri dan lingkungan, fasilitasi pertumbuhan dan perkembangan, penyesuaian diri dengan diri sendiri dan lingkungan, serta penyaluran pilihan pendidikan, pekerjaan, dan karier.

Kemudian, pencegahan timbulnya masalah, perbaikan dan penyembuhan, pemeliharaan kondisi pribadi dan situasi yang kondusif untuk perkembangan diri konseli, pengembangan potensi optimal, advokasi diri terhadap perlakuan diskriminatif, dan membangun adaptasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program dan aktivitas.

Pendidikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, bakat, minat, kemampuan, kecepatan belajar, dan kebutuhan konseli. Dalam melaksanakan pemberian layanan pada konseli, guru BK terikat pada kode etik yang telah ditetapkan, yakni menjaga kerahasiaan. Ini titik fokus terpenting dalam memberikan rasa percaya dan rasa aman terhadap konseli dalam proses konsultasi atau konseling pada guru BK. Di sini guru BK dituntut secara profesional agar dapat benar-benar menjaga kepercayaan tersebut.

Berangkat dari pembahasan di atas maka tugas guru BK di sekolah memiliki tanggung jawab yang besar dalam memastikan anak didiknya dapat nyaman dan aman dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Karena tiap peserta didik bisa dikatakan memiliki persoalan atau masalah yang berbeda satu sama lain. Rasio guru BK dalam membantu menangani permasalahan peserta didik adalah 1:150. Tentunya ini bukan hal yang mudah dan merupakan tantangan bagi guru BK.

Konseli dilihat dalam konteks pandangan BK adalah merupakan pribadi yang unik dan seorang guru BK menerima dengan pikiran positif serta senang hati ketika konseli datang untuk melakukan konsultasi.

Setiap konseli satu dengan lainnya berbeda dalam hal kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik, latar belakang keluarga, serta pengalaman belajarnya. Perbedaan tersebut menggambarkan adanya variasi kebutuhan pengembangan secara utuh dan optimal melalui layanan bimbingan dan konseling. Layanan BK mencakup kegiatan yang bersifat pencegahan, perbaikan dan penyembuhan, pemeliharaan dan pengembangan.

Tidak menutup kemungkinan seorang konseli ada keraguan di hatinya ketika ingin mengungkapkan atau membicarakan masalah yang menimpanya. Bisa saja dia berpikiran bahwa masalahnya akan diketahui orang banyak sehingga dia malu untuk bercerita. Konseli juga berpikir akan dihukum ketika ingin menceritakan permasalahannya. Melalui tulisan ini, penulis ingin memberikan pandangan pada pembaca, khususnya peserta didik agar tidak ragu dan malu untuk berani berkonsultasi pada guru BK di sekolah masing-masing.

Paradigma bimbingan dan konseling memandang bahwa setiap konseli memiliki potensi untuk berkembang secara optimal. Perkembangan optimal bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimiliki, melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan konseli mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab, serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya.

Konsep yang mendasar agar peserta didik tidak ragu pada guru BK adalah mereka adalah tenaga profesional yang telah dilatih dan memiliki kualifikasi kompetensi dalam memberikan layanan BK di sekolah. Kemudian guru BK juga telah disumpah dan memiliki kode etik dalam menjalankan tugas, salah satunya menjaga kerahasiaan.

Selain itu, guru BK dapat memberikan bimbingan serta alternatif pemecahan masalah tanpa meninggalkan esensi proses konseling. Guru BK juga lebih memahami kondisi latar belakang konseli sehingga mencari alternatif solusi pemecahan masalah lebih terbantu. Biasanya guru BK juga memiliki empati lebih, menerima tanpa syarat, dan terbuka dengan peserta tentang situasi yang dihadapi. Proses konseling atau konsultasi juga dapat dilakukan di luar ruang BK. Selama adalah membuat rileks dan nyaman konseli dalam mengungkapkan permasalahannya.

Perlu diketahui bahwa proses konseling atau konsultasi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada tahapan proses yang harus dilalui agar dapat berjalan dengan lancar, seperti proses penerimaan dengan peserta didik. Seorang guru BK menerima kondisi apapun dan tidak menanyakan atau mengomentari bagaimana penampilannya, cara bicaranya, dan lainnya. Sehingga peserta didik dapat merasa aman dan nyaman ketika melaksanakan proses konseling dan konsultasi. Guru BK juga tidak bisa memaksa konseli bercerita karena itu merupakan hak yang harus dihormati. Di sini jelas bahwa guru BK benar-benar menghargai dan menghormati konseli sebagai manusia seutuhnya.

Apakah layak seorang guru BK dijadikan sahabat bagi peserta didik? Saya berpendapat sangat layak karena seorang guru BK mampu dan bisa menempatkan dan menyesuaikan dirinya di antara peserta didik di sekolah. Pada kurikulum merdeka, peran seorang guru BK sangat strategis. Mereka dapat membantu dan membimbing siswa dalam mengenal diri, memfasilitasi perkembangan dan pertumbuhan, penyesuaian diri, serta pengembangan potensi dan minat secara optimal. Oleh karenanya sekali lagi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan guru BK di sekolah. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria