Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kapal Tol Laut Oleng, KSOP Panggil Pihak Terkait

izak-Indra Zakaria • Senin, 11 Desember 2023 - 03:03 WIB
TABRAKAN: Kapal tol laut yang berlabuh di perairan Sungai Mahakam sempat menabrak tongkang dan kapal kayu, Jumat (8/12).
TABRAKAN: Kapal tol laut yang berlabuh di perairan Sungai Mahakam sempat menabrak tongkang dan kapal kayu, Jumat (8/12).

Sebuah peristiwa sempat bikin panik warga di seputar Kampung Ketupat, Samarinda. Kapal kayu milik warga yang ditambat di tepi Sungai Mahakam, disenggol Kapal KM Camara Nusantara V. 

 

SAMARINDA - Insiden tersebut terekam dan beredar melalui pesan berantai WhatsApp. Video itu memperlihatkan detik-detik olengnya kapal besi berwarna putih kuning itu. Terdengar pula dari rekaman video itu warga histeris menyaksikan momen ketika kapal tol laut itu nyaris menyeruduk Tongkang Layar Jaya 01 yang tengah berlayar di depannya.

Beruntung dalam insiden tersebut KM Camara Nusantara V dapat segera dikendalikan dan menjauh dari tepi sungai. Jadi, tidak banyak kapal warga yang rusak tersenggol.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, melalui Kasat Polairud, AKP Izdiharuddin Faris membenarkan insiden tersebut. "Pihak penabrak dan warga yang kapalnya ditabrak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan. Laporannya juga sudah dilakukan ganti rugi," ucapnya, Jumat (8/12).

Setelah mendapat kabar, Sapolairud meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menghimpun informasi penyebab insiden tersebut. Penyebabnya diduga ada miskomunikasi.

"Biasanya ada koordinasi kontak-kontakan, tapi sudah kontak di HT (handy talky) tidak ada jawaban. Biasanya kalau naik turun kapal di alur menikung itu arusnya tinggi dan biasa saling kontak, siapa yang duluan. Karena ada yang naik dan yang turun, saling koordinasi mereka," imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda, Capt Ridha menjelaskan, KM Camara Nusantara V sebelumnya baru selesai melakukan bongkar muatan sapi di Pelabuhan Samarinda.

"Rencananya kapal itu hendak berlabuh di luar alur Sungai Mahakam setelah Jembatan Mahkota II. Namun, ketika berlayar mengarah ke lokasi tambat itu terjadilah insiden tabrakan tersebut," timpal Ridha.

"Kami dalami lagi. Untuk pihak-pihak terkait dalam insiden itu juga tengah dipanggil. Nanti kalau ada perkembangan, baru akan kami informasikan," tandasnya.

Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya satu kapal kayu milik Hatib yang tersenggol dari buritan kapal tol laut itu (Kapal KM Camara Nusantara V). Meski tak mengakibatkan kerusakan yang parah, pertanggungjawaban tetap dilaksanakan.

“Alhamdulillah tadi setelah kejadian, pihak yang menyenggol langsung menghampiri kami dan memberi ganti rugi,” ucap kerabat Hatib.

Insiden itu diperkirakan pukul 07.55 Wita, saat itu kerabat Hatib bersama pemilik kapal kayu lainnya sedang memanaskan mesin kapal. Pergerakan kapal tol laut itu memang sedikit mengkhawatirkan. “Lama-lama semakin dekat di daerah kami. Alhamdulillah tadi saya sempat melarikan diri,” sambungnya.

Setelah bersenggolan, pihak kapal tol laut saat itu langsung menghampiri pemilik kapal kayu yang sedikit mengalami kerusakan. “Tadi kalau tidak salah dan kebetulan saya yang menemani, Pak Hatib diberi uang sebesar Rp 10 juta, dan beliau menerima sebagai ganti rugi,” tuturnya. (kri/k16)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria