Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mengenal Tokoh Muhammadiyah asal Kaltim, HM Siraj Salman

izak-Indra Zakaria • Selasa, 9 Januari 2024 | 12:39 WIB
Photo
Photo

Oleh:

Dra Munasih MPd

Guru Sejarah SMA 8 Samarinda

 

 

DALAM rangka menghormati jasa kepahlawanan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, perlu mensosialisasikan seluas-luasnya kepada Masyarakat. Hal ini bertujuan memasyarakatkan keteladanan dan menumbuhkan semangat kepahlawanan demi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara.

HM Siraj Salman adalah ulama dan tokoh Muhammadiyah dari Kaltim. Ayahnya bernama H Salman Said dan ibunya, Hj Aluh Rahmah. Dia anak pertama dari 6 bersaudara.

Bagi warga Muhammadiyah di Samarinda HM Siraj Salman tidak asing karena di Jalan HM Siraj Salman terdapat komplek Muhammadyah Center. HM Siraj Salman dipergunakan untuk nama jalan, karena pada saat itu ada pembangunan Masjid Ad-Dakwah, Pesantren Ma’had Hasan bin Ali. Juga ada panti asuhan putri yang dikenal dengan nama HM Siraj Salman Walidhatul Hasanah.

Di komplek tersebut juga ada sekretariat pimpinan wilayah Kaltim dan akan dibangun Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Muhammdiyah, serta gedung pertemuan umum.

HM Siraj Salman merupakan salah satu tokoh yang menjadi ketua Muhammadiyah Kaltim mulai tahun 1968-1971. Lahir di Samarinda pada 29 Oktober 1923 (21 Rabbiul Ula 1342 H) dan meninggal di Samarinda pada 4 Juli 1984.

Dia memiliki 8 anak. HM Siraj Salman dahulu adalah pegawai di Kanwil Departemen Agama Kaltim. Pernah menempuh pendidikan di Makkah selama 13 tahun.

HM Siraj Salman di dalam lingkungan keluarga muslim yang taat beragama, sehingga beliau menjadi anak yang sholeh dan cerdas. Pendidikan agama dimulai dari orang tuanya. Mulai kecil sudah kelihatan menunjukkan keinginan yang kuat untuk belajar agama.

Kemudian masuk di Madrasah Syafi’iyah Samarinda dan tamat tahun 1935 pada usia 12 tahun, mendapat restuayahnya untuk melanjutkan belajar di MadrasahShaulatiyah di Makkah Al Mukarrahmah Arab Saudi

HM Siraj Salman berperan aktif dalam organisasi Masyumi dan Muhammadyah. Pernah menjadi juru MTQ Tk nasional/internasional, anggota DPRD Kutai 1955 dan memiliki prestasi sebagai Pendiri SD Muhammadiyah

Berkat memiliki ilmu pengetahuan agama yang cukup besar, HM Siraj Salman diterima menjadi pegawai di Kantor Departemen Agama Samarinda. Tepat 5 April 1951 HM Siraj Salman menghakhiri masa lajangnya dengan menikahi gadis dari Banjarmasin bernama Sari Radiyah

HM Siraj Salman dikenal sebagai ulama kharismatik dari Kampung HBS, Pasar Pagi, Samarinda. Tutur katanya santun. Apabila memberi tausiyah, mengajarkan tafsir Al-Qur’an dengan ungkapan bahasa yang halus dan mudah dipahami.

Sehingga sangat berkesan bagi orang yang pernah mengikuti pengajiannya atau mendengar ceramahnya. HM Siraj Salman adalah ulama Muhammadiyah yang rajin membaca. Bagi HM Siraj Salman membaca buku merupakan wiridan tetap yang selalu dilakukan setiap hari. Bahkan membaca dan menulis merupakan hobi sampai usia lanjut

Beliau bergabung dengan Muhammadiyah secara resmi pada 1967 dengan nomor baku: 369509. HM Siraj Salman menjadi anggota Muhammadiyah aktif sampai akhir hayatnya.

HM Siraj Salman berpulang ke rahmatullah pada 4 Juli 1984. Almarhum wafat dalam usia 63 tahun dengan meninggalkan seorang istri, Radish (Alm) dan 8 anak. Yaitu HM Rusdi, H Achmad Dimyati, Hj Anisah,  Abdurrahim, Hj Ramaniah, Dra Hj Rabiautul Adawiyah, Hj Jumanten dan Siti Aisyah. (*/kri)

Editor : izak-Indra Zakaria