Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Revitalisasi Pasar Pagi

izak-Indra Zakaria • 2024-01-19 15:16:11
SEMENTARA: Arus lalu lintas di kawasan Pasar Pagi akan dialihkan demi mendukung mobilisasi kendaraan proyek revitalisasi pasar, Kamis (18/1).
SEMENTARA: Arus lalu lintas di kawasan Pasar Pagi akan dialihkan demi mendukung mobilisasi kendaraan proyek revitalisasi pasar, Kamis (18/1).

SAMARINDA–Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung revitalisasi Pasar Pagi di Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota. Rekayasa itu akan diterapkan untuk mengakomodasi pengangkutan material pembongkaran pasar maupun mobilisasi material pembangunan.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, rencananya pengalihan arus yakni kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman akan dialihkan ke Jalan KH Khalid, tidak bisa ke kanan langsung ke Jalan Mas Temenggung. Adapun untuk mengakomodasi hotel yang ada di Jalan Mas Temenggung, pengendara bisa melalui Jalan Panglima Batur.

"Sedangkan dari Jalan Temenggung untuk ke Jalan Gajah Mada akan ditutup. Kendaraan dari Jalan Mas Temenggung harus melalui Jalan Abdullah Maritsi menuju Jalan Niaga Barat, kemudian ke arah Jalan Gajah Mada atau Jalan Yos Sudarso," ucapnya, Kamis (18/1).

Saat ini pihaknya masih menunggu izin Satlantas Polresta Samarinda untuk menerapkan model rekayasa tersebut. Nantinya beberapa jalan ditutup menggunakan road barrier. "Itu kami sosialisasi dulu, sambil menanti kejelasan kapan waktu pembongkaran maupun pembangunan pasar," ucapnya.

Terkait aktivitas beberapa toko atau ruko di Jalan Mas Temenggung, diakuinya rekayasa lalu lintas tidak mengganggu. Sebab, jalur tersebut tidak ditutup total, hanya pengalihan. "Kami juga akan melakukan evaluasi, bila memang model pengalihan menimbulkan keluhan misalnya kemacetan, maka bisa diubah," singkatnya.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Didi Zulyani menegaskan, rekayasa lalu lintas itu akan disosialisasikan juga ke masyarakat dengan menyiapkan tim lapangan menilai efektivitas. Kalau ada kendala akan dikoordinasikan kembali ke kepolisian. "Targetnya pekan keempat Januari akan dimulai," singkatnya.

Kembali ke Manalu, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim BPKAD selaku organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang bertanggung jawab terhadap aset saat itu dan pembongkaran, bahwa ketika dibongkar, material melalui jalan apa. Termasuk DPUPR Samarinda selaku OPD yang membangun fisik gedung, mengenai keluar-masuk mobil untuk keperluan pembangunan. "Itu bagian dari upaya mempelajari evaluasi pengalihan arus," tutupnya. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria