SAMARINDA–Anggaran Rp 24 miliar dialokasikan Perumdam Tirta Kencana untuk membangun IPA Bumi Sempaja berkapasitas 50 liter per detik.
Infrastruktur dibangun di lahan 2.019 meter persegi yang merupakan hibah dari pengembang Perumahan Bumi Sempaja. Rencananya IPA rampung dikerjakan pada November mendatang, dan diharapkan menjadi salah satu solusi krisis air di kawasan Sempaja atau Jalan Wahid Hasyim 2 hingga Jalan PM Noor, Kecamatan Samarinda Utara, dan sekitarnya.
Persiapan pembangunan telah dimulai sekitar awal April lalu, diawali pematangan lahan. Dengan target konstruksi di akhir April.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambangi lokasi, tepat di dekat Jembatan Lempake Tepian, sisi kelurahan Sempaja Timur, Rabu (17/4).
Andi Harun sebagai orang nomor satu di lingkungan Pemkot Samarinda tersebut mengatakan, selama ini warga Sempaja Timur khususnya Jalan PM Noor serta Jalan Wahid Hasyim 2 kerap mengeluhkan distribusi air bersih yang tidak lancar. “Itu karena kekurangan produksi air. Makanya tahun ini dibangun IPA baru,” ucapnya.
Adanya keluhan atas minimnya pasokan air sebetulnya bisa diatasi dengan mengalirkan aliran air ke wilayah tersebut. Tetapi dampaknya, wilayah lain akan terganggu distribusinya. “Makanya harus berpikir untuk penanganan jangka panjang,” ucapnya.
Dia mengapresiasi Perum Bumi Sempaja yang mau menyerahkan asetnya fasilitas umum kepada pemkot, seluas 2.019 meter persegi, namun informasinya total lahan yang dihibahkan mencapai 3 hektare. Selanjutnya pihaknya meminta tim bidang aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda bisa menyelesaikan administrasi lahan yang dihibahkan. “Bisa saja setelah 50 liter per detik akan ditingkatkan menjadi 100 bahkan 150 liter per detik. Semua upaya jangka panjang seiring perkembangan penduduk dan industri di Samarinda,” tegasnya.
Dia berharap, warga bisa memahami kondisi saat ini. Di mana masalah krisis air khususnya wilayah Sempaja, imbas terbatasnya produksi air bersih. Harapannya setelah pembangunan IPA Bumi Sempaja dan jaringan pipa distribusi menuju wilayah Perumahan Sempaja Lestari Indah (SLI) rampung, wilayah Sempaja meliputi Jalan Wahid Hasyim 2 bisa terbebas dari penggiliran air. “Kami berkomitmen menyelesaikan masalah air bertahap,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan pengembang Perumahan Bumi Sempaja Saiful mengatakan, pihaknya belum menyerahkan fasum ke pemkot, karena pengembangan perumahan belum selesai sampai ke belakang. Namun, karena untuk keperluan pembangunan IPA, sudah dihibahkan sebagian. “Nah sesuai petunjuk wali kota, lahan sekalian saja diserahkan. Dan itu sudah kami alokasikan dalam site plan,” ujarnya.
Luas lahan yang akan dihibahkan sekitar 3 hektare. Tahap pertama sudah diserahkan 2.019 meter persegi. Artinya developer menyerahkan kewajiban lahan fasum ke pemerintah. “Untuk pembangunan selanjutnya menjadi tanggung jawab pemkot. Kami hanya menyerahkan lahan,” tuntasnya.
Di lahan seluas 2019 meter persegi itu, Perumdam akan membangun IPA dengan sejumlah infrastruktur pendukung, meliputi rumah operator, ruang trafo, ruang kubikel, rumah genset, ruang kimia, pengolahan (wtp) berkapasitas 50 liter per detik, sludge lagoon (laguna limbah lumpur), reservoir kapasitas 792 meter, rumah pompa serta intake berkapasitas 50 liter per detik. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria