Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Polemik Paskibraka Kaltim, Permasalahan Gigi Disebut Jadi Alasan, Justru Peringkat Ke-4 yang Diajukan Calon Anggota Paskibraka

Redaksi Sapos • Minggu, 30 Juni 2024 | 10:45 WIB
KONTRAS. Sunnu Wahyudi (kiri) siswa SMK 2 Sangata Utara disebut lolos menjadi Paskibraka Nasional dari Kaltim. Sementara Gregorius Attara Y dari SMA 1 Sendawar, Kutai Barat
KONTRAS. Sunnu Wahyudi (kiri) siswa SMK 2 Sangata Utara disebut lolos menjadi Paskibraka Nasional dari Kaltim. Sementara Gregorius Attara Y dari SMA 1 Sendawar, Kutai Barat

 

Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat di Kaltim menuai konflik. Berdasarkan informasi yang viral, dari dua nama yang diajukan ke pusat, justru nomor keempat yang dipilih oleh panitia pusat.

Pilihan ini menuai kontoversi dan tanda tanya. Para peserta yang diusulkan namanya merasa kecewa atas keputusan itu. Pemilihan nomor urut empat ini dianggap tak sesuai prosedur. Dua nama calon Paskibraka putra itu adalah Gregorius Attara Y dari SMA 1 Sendawar, Kutai Barat (Kubar) dan Ananda Deni Pradana dari SMA 4 Balikpapan.

 

Sementara calon paskibraka putri, Uqaila Nur Mahmudah dari SMA YPK Bontang dan Livenia Evelyn Kurniawan dari SMK Santo Fransiskus Asisi, Samarinda. Keempat nama itu ditetapkan selepas serangkaian hasil tes. Antara lain kesehatan, psikotes, hingga tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK).

Namun dalam perjalaannya, justru nama Sunnu Wahyudi dari SMK 2 Sangatta Utara (Kutai Timur) sebagai calon perwakilan dari Kaltim untuk menjadi Paskibraka di Jakarta. Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepla Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus menegaskan, tak ada intervensi apapun terkait pemilihan Paskibraka untuk HUT ke-79 RI mendatang. Hal ini lantaran seleksi tingkat nasional merupakan kewenangan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

“Itu langsung dari BPIP. Kaltim lewat Kesbangpol hanya mengutus dua pasang calon putra-putri Paskibraka perwakilan untuk menjalani tes di Jakarta awal bulan lalu,” ucap Sufian Agus kepada awak media. 

Namun, Agus mengungkap dalam rapat penentuan akhir siapa nama-nama yang terpilih untuk diutus mengikuti tes tingkat nasional, ada sedikit catatan, khususnya untuk calon Paskibraka putra, Ananda Deni Pradana.

Hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check up (MCU) terungkap jika calon Paskibraka putra dari Balikpapan itu ada kendala di struktur gigi graham dan buta warna parsial. Saat rapat, hal itu sempat dibahas namun tak ada keberatan dari perwakilan BPIP.

“Karena tak ada sanggahan dari penyelenggara tingkat nasional, kami kirim keempat nama itu,” bebernya. Sementara itu, menambahkan keterangan terkait kenapa urutan ketiga bisa dimajukan, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kaltim, Syarifuddin Noor mengungkap, bahwa berita acara tertanggal 17 Mei 2024 dikirim ke BPIP beberapa dokumen lampiran dikirim menyusul.

"Nah, saat dokumen MCU diterima, BPIP meminta Kaltim menganulir Ananda Deni Pradana karena permasalahan gigi dan buta warna parsial tersebut. Kabar itu kami dapat mepet, jelang keberangkatan calon Paskibraka ke Jakarta untuk menjalani tes,” tegasnya.

 

Syarifuddin sebenarnya optimistis bahwa ada peluang untuk Ananda, karena calon Paskibraka dari Balikpapan itu bahkan sudah menjalani operasi perbaikan gigi. Namun BPIP meminta mengirimkan satu lagi nama calon paskibraka putra.

Sehingga, merujuk hasil seleksi tingkat provinsi, Kesbangpol pun mengajukan nama di peringkat ketiga dari Bontang. Setelah meninjau hasil serangkaian tes di tingkat provinsi yang diterima, BPIP menolak lantaran yang bersangkutan mendapat nilai terendah dalam tes PWK.

“Di situlah muncul nama Sunnu Wahyudi dari SMK 2 Sangatta Utara. Dia ini peringkat keempat ketika tes tingkat provinsi,” bebernya. Alhasil, karena penentuan calon paskibraka tingkat nasional ditentukan langsung BPIP, akhirnya, Kesbangpol memberangkatkan lima orang, dua calon Paskibraka putri dan tiga calon Paskibraka putra termasuk Sunnu untuk menjalani tes lanjutan sepanjang 9 sampai 13 Juni di Jakarta.

“Jadi hasil tes saat itu yang jadi pertimbangan BPIP menentukan Paskibraka tingkat nasional. Bukan kewenangan Kesbangpol lagi,” pungkasnya. Dan dalam pengumuman, melalui Surat Pemberitahuan Pembentukan Paskibraka tingkat nasional bernomor 55/PE.00.04/06/2024 tertanggal 21 Juni lalu, BPIP menetapkan pasangan Sunnu Wahyudi dan Livenia Evelyn Kurniawan sebagai calon paskibraka terpilih tingkat pusat. Sementara Gregorius Attara dan Uqaila Nur Mahmudah sebagai cadangan calon. (mrf/nha) 

Editor : Indra Zakaria