PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Regional Lead Tanoto Foundation (TF) Kalimantan Timur (Kaltim) Roselina Ping Juan bertandang ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, Jumat (14/3/2025).
Dalam kunjungan itu dia disambut Direktur Kaltim Post Group (KPG) Erwin Dede Nugroho yang didampingi sejumlah direktur anak perusahaan di KPG.
Pada kunjungan yang diisi diskusi yang berlangsung gayeng itu, Roselina membeber sejumlah program yang tengah dijalankan TF di Kaltim.
Salah satunya adalah program dan strategi dalam mengatasi masalah stunting (tengkes).
Program ini fokus pada pengasuhan anak usia dini dan peningkatan pola makan yang sehat di kalangan masyarakat.
Kata dia, TF melalui program SIGAP yakni, Siap untuk Mengambil Tindakan, mendukung pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, termasuk di Kaltim.
Program ini telah dimulai sejak 2020, namun masih terbatas di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).
“Melalui program SIGAP, Tanoto Foundation mendukung target pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting balita di Indonesia menjadi 14 persen pada 2024," ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menargetkan pengakhiran kekurangan gizi pada 2030.
SIGAP tidak hanya berfokus pada pencegahan stunting, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini.
Dalam program ini, TF bekerja sama dengan berbagai pihak di tingkat nasional dan komunitas untuk menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam hal pola makan, pola asuh, dan pola hidup bersih dan sehat.
"Target penerima manfaat SIGAP adalah ibu dan anak yang berisiko mengalami stunting," tuturnya yang saat itu hadir didampingi Communication Specialist Tanoto Foundation Kaltim Ariela Kurnia.
"Melalui berbagai strategi, kami berharap dapat menurunkan tingkat stunting di Indonesia secara lebih baik," tambahnya.
Program SIGAP juga mencakup pendirian Rumah Anak SIGAP yang berfungsi sebagai pusat layanan pengasuhan untuk stimulasi dan pembelajaran dini bagi anak usia 0-3 tahun.
Selain itu, Tanoto Foundation juga mendukung kebijakan pemerintah dengan berpartisipasi dalam advokasi percepatan pencegahan stunting serta bekerja sama dengan BKKBN untuk mengadaptasi modul pencegahan yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial.
"Kami tidak hanya fokus pada isu stunting, tetapi juga mendukung kesehatan ibu dan anak, maupun agenda pemerintah dalam meningkatkan literasi dan numerasi melalui berbagai inisiatif pendidikan yang kami jalankan," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk mengatasi stunting, Tanoto Foundation juga telah mendukung penelitian tentang praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) serta perkembangan anak usia dini di Indonesia, bekerja sama dengan mitra internasional seperti Alive and Thrive (A&T).
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Tanoto Foundation terus berkomitmen untuk mendukung program pencegahan stunting di Kaltim dan Indonesia, memastikan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Direncanakan pada 2026 nanti, program ini akan kita jalankan pula di Balikpapan. Berkomunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait, yang kita harapkan bisa pula masuk dalam regulasi-regulasi daerah, termasuk pula isu terkait literasi dan numerasi bagi anak," jelasnya. (yin/far)
Editor : Faroq Zamzami