Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BNR Kaltim Kembali Meramaikan Lomba Burung di Event Minggu BNR Kampung Timur

Wawan • Senin, 5 Mei 2025 - 07:27 WIB
Photo
Photo

PROKAL.CO, BALIKPAPAN– Semangat kebersamaan dan konsistensi ditunjukkan oleh jajaran pengurus BnR Indonesia DPD Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menyosialisasikan sistem penjurian modern “Ajuan Terbuka” kepada komunitas Kicau Mania.

Sejak pengukuhan pengurus dan sertifikasi juri oleh Bang Boy pada gelaran Galeri Sangkar, 6 Oktober 2024 , edukasi dan koordinasi intens terus dilakukan demi menyatukan persepsi para pemain di lapangan. 

Photo
Photo
Photo
Photo

Sistem Ajuan Terbuka yang diterapkan BnR Indonesia membawa angin segar dalam dunia lomba burung berkicau. Transparansi penilaian menjadi prioritas, dengan tujuan menghadirkan lomba yang fair dan menjaring burung-burung berkualitas sejati. 

Sementara itu, BNR Kaltim kembali meramaikan lomba burung pada Event Minggu BNR Kampung Timur. Acara berlangsung sukses, diikuti banyak peserta pada Minggu (4/5/2025). 

Ketua Panitia Arief BnR bersama Koordinator Pelaksana Yuda Tri menyampaikan, Kota Balikpapan kini pantas menyandang predikat sebagai barometer murai non gembung di wilayah timur Indonesia. Itu karena setiap gelaran di kota ini selalu dipenuhi peserta, membuktikan tingginya antusiasme dan kepercayaan terhadap sistem yang tengah dikembangkan.

Tak hanya murai non gembung, kelas murai Borneo juga mencuri perhatian. Para penggemar cucak hijau dan kacer pun memadati arena dalam setiap event yang digelar, baik pada lomba harian maupun event besar akhir pekan.

Peran komunitas lokal, seperti Komunitas murai non gembung Kota Minyak, turut mendorong keberhasilan event dengan menghadirkan suasana kompetitif dan sportif.

Di pengujung lomba, jajaran pengurus BnR Kaltim menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan komunitas atas dukungan yang diberikan. Mereka juga membuka diri terhadap masukan, menyadari bahwa adaptasi terhadap sistem pusat membutuhkan waktu dan proses.

“Kami tidak menutup mata terhadap segala kekurangan. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi demi perbaikan ke depan. Harapannya, pemain di Kaltim bisa memahami dan terbiasa dengan sistem BnR, sehingga saat berlomba di luar daerah pun tidak kaget lagi,” ujar perwakilan pengurus.

Baca Juga: Bagaimana Memilih Cucak Ijo Bahan, Ini Saran dari Pemain Burung di Balikpapan    

Lomba Burung dan Dampaknya bagi UMKM

Lebih dari sekadar ajang hobi, lomba burung berkicau terbukti mampu menjadi penggerak roda ekonomi mikro. Event semacam ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang perlengkapan burung, makanan, aksesoris, hingga jasa perawatan.

Dalam setiap lomba, stan UMKM menjamur di sekitar arena. Ini menjadi wadah strategis untuk promosi produk dan memperluas pasar.

Tak sedikit pengrajin sangkar lokal maupun pedagang pakan burung yang mendapatkan lonjakan penjualan karena eksistensi lomba-lomba semacam ini.

Sinergi antara komunitas burung dan pemerintah juga dibutuhkan. Kolaborasi dapat dilakukan melalui penyediaan ruang khusus UMKM di area lomba, hingga pelatihan penangkaran burung untuk mendukung keberlanjutan industri.

Dengan semakin seringnya lomba burung diadakan, dampaknya akan semakin terasa bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Selain menciptakan lapangan kerja, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa hobi bisa berjalan beriringan dengan geliat pemberdayaan ekonomi rakyat. (*)

Editor : Wawan
#balikpapan #BNR #lomba burung berkicau #Murai #lomba burung