Komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mendukung sektor pendidikan kembali ditegaskan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal pelaksanaan Program Pendidikan Gratis (Gratispol) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy-Seno.
Ananda menilai, Gratispol merupakan terobosan penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari keluarga ekonomi lemah. Menurutnya, program ini selaras dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang saat ini tengah dalam tahap finalisasi.
"Gratispol adalah bentuk investasi pemerintah untuk masa depan generasi muda Kaltim. Kami mendukung penuh kebijakan ini, tapi tentu pelaksanaannya perlu dikawal agar tepat sasaran," kata Ananda usai menghadiri rapat gabungan komisi, Senin (5/5).
Meski mendukung, ia menyadari adanya polemik mengenai batas usia penerima beasiswa, terutama pada jenjang pendidikan tinggi. Program ini menetapkan batas usia 21 tahun untuk S1, 35 tahun untuk S2, dan 40 tahun untuk S3. Beberapa pihak menilai kebijakan tersebut terlalu membatasi, khususnya bagi calon mahasiswa doktoral.
Menanggapi hal itu, Ananda mengajak semua pihak untuk memberi kesempatan program ini berjalan lebih dulu sebelum melakukan evaluasi. “Kita lihat implementasinya dulu. Kalau ke depan ada hal yang perlu disesuaikan, termasuk soal usia, itu bisa dibicarakan kembali. Tidak harus kaku,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran sebagai penopang utama keberlangsungan program prioritas seperti Gratispol. Ia menyebutkan, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang menyusun strategi keuangan untuk menyesuaikan kebutuhan fiskal.
“Ada beberapa penghematan di pos tertentu. Ini langkah realistis agar program-program utama bisa tetap jalan meski dalam kondisi fiskal terbatas,” paparnya.
Ananda juga memastikan bahwa DPRD tidak akan lepas tangan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya berhenti di level janji politik, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau program ini berhasil, maka efeknya akan terasa dalam jangka panjang. Ini bukan soal kepentingan sesaat, tapi tentang memperkuat SDM Kaltim secara berkelanjutan,” tegasnya.(adv/dprdkaltim/i)
Editor : Indra Zakaria