Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkot Usulkan Pasar Lingkas Masuk Program Revitalisasi

uki-Berau Post • Kamis, 9 Mei 2019 | 18:51 WIB

TARAKAN – Kedatangan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan ke Tarakan, Selasa (7/5) lalu, dimanfaatkan Pemkot Tarakan mengusulkan agar Pasar Lingkas masuk dalam program revitalisasi pasar yang digagas pemerintah pusat. 

“Memang program kami juga kan pengembangan pasar modern tradisional itu, jadi gabungan pasar modern dengan pasar tradisional. Kebetulan momen DirjenPerdagangan Dalam Negeri datang, saya ingatkan lagi. Dan memang ada program Presiden untuk melakukan revitalisasi 5 ribu pasar di seluruh Indonesia. Kita berharap mudah-mudahan kita dapat,” terang Walikota Tarakan, Khairul, Selasa (7/5). 

Sebetulnya, wacana merehab Pasar Lingkas sudah pernah didengungkan di era Walikota Sofian Raga. Program revitalisasi pasar Lingkas itu pun kembali diusulkan tahun ini. Sehingga jika disetujui, tahun depan sudah terealisasi. Namun, Khairul belum bisa membeberkan angka pasti dana yang dibutuhkan untuk merehab Pasar Lingkas.  Namun ia perkirakan mencapai puluhan miliar. 

Menurut Khairul, diusulkannya Pasar Lingkas karena Pemkot Tarakan sudah menyusun konsepnya. Selain itu, kondisinya saat ini juga dinilai tidak memadai. Jika dikembangkan, pasar itu akan menjadi pasar yang lebih baik. Dengan konsep gabungan antara pasar modern dan pasar tradisional.  

“Kalau sekarang kan memang relatif kumuh, sempit. Kalau itu bisa kita kembangkan bisa menjadi pasar yang bersih, nyaman, orang berbelanja juga enak,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disdagkop UMKM) Tarakan, Tajuddin Tuwo menambahkan, konsep revitalisasi pasar Lingkas nantinya akan dijadikan sebagai pasar induk. “Yang jelas permintaannya ada dua yang diiyakan oleh Dirjen. Pertama revitalisasi untuk persiapan pasar induk. Yang kedua pembuatan tenda di depan mangrove,” ujar Tajuddin Tuwo, Rabu (8/5). 

Pihaknya juga menyiapkan alternatif apabila Pasar Lingkas tidak disetujui. Menurut Tajuddin Tuwo, Pasar Boom Panjang menjadi pilihan pengganti karena kondisinya mendukung untuk dijadikan pasar induk. 

Namun, realisasinya tentu saja tidak langsung dipenuhi. Menurut Tajuddin, ada tahapan yang harus dilalui. Di mana usulan nanti diajukan melalui Dinas Perdagangan, Peridustrian, Koperasi dan UMKM Kaltara untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Tentunya akan ada peninjauan lapangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan untuk melihat kondisi pasar yang sebenarnya.

Terpisah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mengaku akan melihat dulu proposal anggaran yang akan diusulkan Pemkot Tarakan. 

“Kami lihat dulu, karen kami sudah menyiapkan prototipe dari pasar-pasar yang akan dibangun melalui revitalisasi. Tipe A, Tipe B, Tipe C dan Tipe D. Kami akan lihat apakah memenuhi itu atau tidak,” ujar Tjahya Widayanti.

Menurutnya, pemerintah pusat memang memprogramkan 5 ribu pasar untuk dilakukan revitalisasi. Selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, revitalisasi pasar sudah teralisasi di 4.211 pasar. Tahun ini ditargetkan 1.037 pasar yang akan direvitalisasi. Sehingga total ada 5.248 pasar yang direvitalisasi. (mrs/har)

Editor : uki-Berau Post
#infrastruktur