Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lahan Tidur Capai 6.000 Haktare

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 23 April 2020 - 18:09 WIB
LAHAN TIDUR: Tanaman jagung akan menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan lahan tidur nantinya. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA
LAHAN TIDUR: Tanaman jagung akan menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan lahan tidur nantinya. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR – Lahan tidur di Kabupaten Bulungan terbilang masih cukup banyak. Angkanya diperkirakan menyentuh 6.000 hektare (ha). Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan pun tak menampiknya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dispertan Bulungan, Andi Wahyunarto mengungkapkan, cukup banyaknya lahan tidur yang memiliki potensi pertanian dan tidak digarap, tentu menjadi PR-nya ke depan agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. “Ya, benar saat ini lahan tidur atau yang memiliki potensi pertanian dan tak digarap angkanya 5.000 sampai 6.000–an hektare,” ungkap Andi melalui sambungan telepon pribadinya, kemarin (22/4).

Disinggung mengenai upaya apa yang dilakukan ke depannya, ia menjelaskan bahwa ke depan akan menggandeng pihak swasta. Apakah nantinya mereka akan menjadi mitra atau posisi lainnya. Mengingat, keterbatasan SDM di Dinas Pertanian yang membuat tak cukup leluasa dalam bergerak.

“Pihak swasta nanti yang akan membantu dalam hal pengelolaan lahan tidur nantinya. Cara itu sementara kami anggap cukup baik,” ujar pria yang murah senyum ini.

Lanjutnya, sejauh ini ada satu titik lahan tidur yang sementara tengah dalam proses penggarapannya. Yaitu di Desa Kelubir yang merupakan buah dari CSR dari perusahaan batu bara setempat. “Dari CSR, dia ada emporing kelembagaaan. Yaitu, melatih kewirausahaan ke Gapoktan. Nah, Gapoktan nantinya dapat pinjaman lunak yang sistem pembayarannya nanti saat panen,” tuturnya.

Disebutkannya juga, setidaknya pada tahap awal ini akan digarap sekitar 1.000 ha dulu. Akan tetapi, untuk target di tahun ini masih pada angka 120 ha dan terus bertahap ke depannya. “Ini merupakan reklamasi eks tambang. Ya, target ada 1.000 hektare. Tapi, tahun ini 120 hektare dahulu,” jelasnya.

Tambahnya, untuk jenis tanaman apa yang bakal menjadi wacana ke depannya. Andi mengatakan bahwa tanaman pangan seperti jagung. Tapi, tak menutup kemungkinan pada tanaman lainnya. Yang jelas akan melihat mana yang lebih memiliki potensi lebih jauh dalam pemanfaatannya nanti.

“Petani nanti pun tak perlu repot untuk menjualnya. Nanti, dari kami pun yang akan ikut terlibat sampai ke penjualannya,” bebernya. Untuk diketahui, lahan tidur ini sendiri tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Bulungan. Namun, ditargetkan ke depan seluruhnya dapat termanfaatkan dengan baik. (omg/eza)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan