TANJUNG SELOR –Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada masyarakat Desa Liagu dan Siandau, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan rusak. Padahal PLTS tersebut baru difungsikan tahun 2017 lalu.
Kepala Desa Liagu, Idris mengatakan, PLTS senilai Rp 7,2 miliar itu sudah rusak sejak tiga bulan lalu. Sejak saat itu juga warga menggunakan penerang seadanya.
“Kerusakan PLTS ini bukan kali pertama tapi sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan beberapa tahun terakhir. Hanya saja untuk kerusakan yang terakhir ini cukup parah,” ungkap Idris saat ditemui di sela berlangsungnya penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) belum lama ini.
Sebab, lanjut Idris, dampak kerusakan membuat seluruh warga tak dapat merasakan listrik tenaga surya. Termasuk di sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan kantor desa.
“Bulan tiga (Maret) lalu itu awal kerusakan PLTS di Desa Liagu dan Siandau dan sampai saat ini mati total,’’ katanya.
Kerusakan PLTS, kata Idris, disebabkan banyak aki yang rusak dan panel suryanya terbakar. Sehingga dibutuhkan teknisi untuk memperbaikinya agar dapat berfungsi kembali.
“Sebelumnya sempat kami datangkan teknisi. Cuma sempat menyala pada fasum (fasilitas umum). Dan nanti akan kami datangkan kembali untuk perbaiki semuanya,’’ ujarnya.
Untuk mendukung berfungsinya kembali PLTS dengan kapasitas masing-masing 30 KWp dan 15 KWp, pemerintah desa (pemdes) telah menganggarkan sekira Rp 200 juta melalui dana desa.
“Anggaran itu difokuskan untuk memanggil teknisi. Termasuk, mengganti beberapa alat yang rusak dan lain sebagainya,’’ bebernya.
Saat ini, masyarakat menggunakan penerang seadanya termasuk menggunakan mesin genset yang jika dibandingkan dengan PLTS lebih banyak mengeluarkan biaya.
“Karena itu kami upayakan perbaikan dapat disegerakan melalui anggaran DD,’’ tuturnya.
“Melalui dana itu saya rasa cukup hitung-hitungannya. Mudahan lah teknisinya segera datang dan dilakukan perbaikan,’’ sambungnya.
Sebelumnya Bupati Bulungan H. Sudjati mengakui keberadaan PLTS di Kecamatan Sekatak penting. Sebab masih terisolir dan belum memiliki listrik. Karena itu, saat penyerahan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menjadi ‘kado’ terindah. Bertujuan meningkatkan akses masyarakat di daerah terpencil yang sangat membutuhkan listrik.
Tujuan lainnya, kata Bupati, untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penyedian energi, mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) melalui peningkatan pemanfaatan energi setempat.
“Menyangkut pengelolaan, penatausahaan administrasi, dan pemeliharaan terhadap PLTS sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkab Bulungan,’’ ungkapnya.
Mengenai upaya perbaikan dan lainnya akan menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu, ditekankan sejak awal agar dapat saling menjaga guna memperpanjang umur PLTS.
Pemenuhan kebutuhan dasar energi listrik di Bumi Tenguyun memang menjadi salah satu sektor yang sangat getol diperjuangkan.
Bahkan, lanjutnya, ketersediaan energi listrik masuk dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bulungan. Yaitu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, infrastruktur jalan termasuk menjadikan Kabupaten Bulungan sebagai kawasan pangan berbasis industri.
“Salah satu solusinya dukungan dari pemerintah pusat, seperti pemberian hibah (PLTS) ini,” pungkas mantan Sekretaris Bulungan ini.(omg/ana)
Baru 3 Tahun, PLTSRp 7,2 M Mati Total
Editor : anggri-Radar Tarakan