Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Yonif Raider 613/Raja Alam Ditugaskan ke Papua

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 11 Februari 2021 | 12:40 WIB
PANTAU LANGSUNG: Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto melakukan kunjungan ke Tanjung Selor guna memantau persiapan personel Yonif Raider 613/Raja Alam sebelum diberangkatkan ke Papua./ASRULLAH/RADAR KALTARA
PANTAU LANGSUNG: Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto melakukan kunjungan ke Tanjung Selor guna memantau persiapan personel Yonif Raider 613/Raja Alam sebelum diberangkatkan ke Papua./ASRULLAH/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR – Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 613/Raja Alam akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Papua yang direncanakan pada Maret hingga April mendatang. Segala persiapan mulai dari latihan telah dilaksanakan.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto menyampaikan, saat ini sedang disiapkan Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam yang ada di Kota Tarakan untuk melaksanakan tugas pengamanan di Papau. Kehadiran Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam tentunya mendukung satuan yang telah ada di Papua.

Sebelumnya pemberangkatan juga sudah dilakukan untuk Satuan Kodam VI/Mulawarman. Pertama, Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang telah berangkat ke Papua melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Merauke, Papua. Kemudian, Batalyon Infanteri 614/Raja Pandita yang ada Malinau mengamankan sektor barat wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kami mendukung satuan yang ada di sana. 613/Raja Alam ini memiliki kualifikasi raider, sehingga disiapkan untuk mobile. Ini yang perlu disiapkan dengan baik. Karena, memang mekanisme harus disiapkan untuk latihan,” ucap Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, kemarin.

Dijelaskan, latihan dilaksanakan di wilayah Tanjung Selor. Lokasi yang dipilih merupakan medannya menyerupai medan di Papua. Kemudian, setelah latihan ini akan dilaksanakan latihan pra tugas yang lokasinya akan ditentukan nantinya. “Seluruhnya 450 personel, 1 satgas dari komandan batalion,” sebutnya.

Ia menegaskan pemberangkatan dalam dekat ini masih menunggu perintah dari Mabes TNI AD. “Kita menunggu perintah dari Mabes TNI. Karena setelah latihan ini siap, kita laporkan kesiapan dan tinggal Mabes yang menentukan waktu. Waktunya tidak lama karena ada jadwal sekitar akhir Maret atau April,” jelasnya.

Sedangkan untuk personel di Korem 092/Maharajalila saat ini sedang tahap pemenuhan. Jumlahnya, sudah mencapai 50-60 persen. Pemenuhan personel terus dilakukan hingga 70 persen sembari menunggu selesai pembangunan fisik perkantoran. “Kalau orangnya ada, kantor tidak ada repot jugakan. Sehingga proses pengisian disesuaikan dengan kondisi bangunan fisik perkantoran,” tambahnya.

Baginya, untuk pemenuhan personel hingga 100 persen sangat sulit. Sebab, organisasi yang telah berusia hingga puluhan tahun pun belum banyak yang bisa dipenuhi 100 persen. Kecuali, satuan tempur karena satuan tempur disiapkan untuk menghadapi segala ancaman. “Kalau untuk komando kewilayahan batasan 80 persen paling tinggi. Dan Korem sudah mencapai 50-60 persen,” jelasnya. (akz/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan