TARAKAN - Pembangunan Pantai Amal sebagai destinasi wisata andalan di Tarakan terus diupayakan pemerintah daerah. Rabu (18/8) kemarin, rumah masyarakat yang berada dekat dengan lokasi Pantai Amal dilakukan pembongkaran agar proses pembangunan Pantai Amal dapat berjalan dengan cepat dan sesuai ekspektasi, proses pembongkaran ini tidak mendapatkan aksi penolakan dari masyarakat.
Kepada Radar Tarakan, salah satu warga RT 5 Kelurahan Pantai Amal, H. Baso (80) mengatakan, bahwa usai berbicara langsung dengan Wali Kota Tarakan, pemerintah berjanji untuk memberikan kompensasi sesuai kemampuan kepada warga sekitar.
“Kami terima saja karena kami mau bertahan tapi susah juga karena sudah berapa kali bertahan, tapi tetap kena (gusur),” ungkap pria yang telah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 1972 ini.
Baso mengaku selama tinggal di kawasan tersebut ia merupakan seorang pedagang yang biasanya menjual jasa layanan kamar mandi, tempat cukur rambut dan air bersih bagi pengunjung dan masyarakat sekitar. Rumah Baso dibongkar satu bagian, sedang sisa rumah yang lain masih ia tinggali.
“Yang sudah dibongkar itu mau direnovasi pemerintah. Saya bilang bagus, kami dipindahkan ke lahan baru karena penggantian tanah yang diambil. Sudah ada rumah semi permanen yang dibangun di sana, soalnya yang ada di sini (rumah) tertutup,” ujarnya. (shy/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan