Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Konsep Kebun Raya, Penataan Bertahap

izak-Indra Zakaria • Selasa, 25 Januari 2022 | 09:07 WIB
TINJAU LOKASI: Bupati Bulungan, Syarwani bersama beberapa OPD terkait meninjau lokasi pengembangan kawasan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA
TINJAU LOKASI: Bupati Bulungan, Syarwani bersama beberapa OPD terkait meninjau lokasi pengembangan kawasan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR – Pengambangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor dipastikan kembali berlanjut pada tahun ini. Pengembangan dilakukan dengan skema kebun raya.

Bupati Bulungan, Syarwani berharap Hutan Kota Bunda Hayati ini bisa menjadi kawasan produktif. Selain untuk ekologi juga untuk edukasi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. “Seperti yang kita lihat hari ini (kemarin, Red) masih banyak yang perlu dilakukan penataan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara usai meninjau pembangunan Hutan Kota Bunda Hayati, (24/1).

Namun, kata dia, penataan tidak bisa dilakukan sekaligus. Meski begitu, tahun ini pengembangan dan penataan akan kembali dikerjakan. “Poin utamanya kita ingin kawasan Hutan Kota Bunda Hayati bisa produktif. Seperti, embung yang ada sekarang ini kan sayang kalau hanya digunakan untuk menyimpan air. Itukan bisa dimanfaatkan untuk sektor perikanan. Sehingga, hal ini akan disinergikan dengan Dinas Perikanan Bulungan,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ia juga akan mewajibkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan untuk menyiapkan bibit buah-buahan varian lokal yang ada di daerah ini. “Ini juga bagian dari upaya untuk melestarikan melestarikan komoditas lokal yang ada di Bulungan,” ujarnya.

Nantinya, jika lintas OPD maka akan ada UPTD khusus untuk mengelola kawasan Hutan Kota Bunda Hayati. Sehingga, hal ini bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Bulungan. “Kalau masterplan sudah ada. Tetapi, secara detail pasti ada titik kawasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan, Iwan Sugianta menyatakan bahwa detail engineering design (DED) sudah ada. Saat ini tinggal melakukan penataan dan pengembangan.

“Tetapi, karena anggaran yang kita miliki terbatas. Jadi, kita menggunakan DBH-DR (dana bagi hasil dana reboisasi). Itu sudah masuk. Tahun ini kita masukan lagi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan,” ungkapnya.

Secara teknis, DPU-PR Bulungan akan kembali melanjutkan pembangunan embung. Sedangkan, DLH melanjutkan pengerjaan taman vegetasi. “Dalam waktu dekat ini kita juga akan bertemu dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin),” ujarnya.

Pertemuan ini dilakukan untuk melakukan kerja sama terkait pengelolaan Hutan Kota Bunda Hayati. Berdasarkan koordinasi awal, ada konsep akan menjadi kebun raya. “Tetapi, untuk pengelolaan akan kita bahas lebih lanjut. Tetapi, inti dari kerja sama itu untuk menyampaikan gagasan terkait pengembangan hutan kota. Sehingga, bisa dikelola secara bersamaan,” bebernya. (*/jai/eza)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria