Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belum Ditempati, Kanopi Pasar Buah Ambruk

uki-Berau Post • Selasa, 21 Februari 2023 - 08:00 WIB
AMBRUK: Kondisi kanopi (atap teras) Pasar Buah yang akan ditempati para pedagang pada Maret mendatang.
AMBRUK: Kondisi kanopi (atap teras) Pasar Buah yang akan ditempati para pedagang pada Maret mendatang.

TANJUNG SELOR - Kanopi (atap teras) bangunan Pasar Buah yang berlokasi di sebelah barat Pasar Induk Tanjung Selor ambruk. Kondisi tersebut dugaan sementara disebabkan angin kencang yang melanda Tanjung Selor, pada Senin (20/2), sekitar pukul 04.00 Wita.

Kepala UPTD Pasar Induk Muhammad Gazali menjelaskan, kerusakan kanopi hampir 80 persen. “Saya baru masuk kerja pukul 09.00 Wita, untuk mengecek lokasi Pasar Buah ini. Faktornya memang tadi subuh hujan yang cukup deras. Akan tetapi, ambruknya kanopi apakah kesalahan teknis atau karena cuaca ekstrim,” terangnya, Senin (20/2).

Dengan ambruknya kanopi tersebut, masih ditangani pihak berwajib. Namun, ini  harus ada perbaikan. Sebab pasar ini dalam waktu dekat sudah difungsikan. Mengingat semua kios dan meja sudah diundi kepada para pedagang. Untuk perbaikan, Gazali belum bisa memastikan. Apakah ini kewenangan kontraktor atau bukan.

Terhadap para pedagang yang akan menempati Pasar Buah, diakui Gazali, sekitar 231. Terdiri dari 35 kios dan 196 meja. “Semua ini sudah terbagi, namun ada sebagian secara teknis yang belum kita selesaikan. Pastinya, ini akan kita undang lagi yang belum hadir saat pengundian,” tuturnya.

Sementara Forecaster BMKG Tanjung Selor Zenia menanggapi terkait angin kencang yang terjadi. Menurut pantauan radar pada 19 Februari, nilai kelembaban udara tinggi mulai terjadi pada pukul 02.00 Wita dini hari.

“Jadi pada jam itu terpantau dari radar citra satelit, pertumbuhan awan cumulonimbus sudah mulai tumbuh dari pukul 02.00 Wita,” jelasnya.

Kemudian awan cumulonimbus, tetap berlangsung dengan didukung adanya belokan angin (Sharline) yang terlihat di streamline di atas wilayah Kaltara. Sehingga, menimbulkan potensi cuaca buruk yang tercatat kecepatan angin meningkat capai 6 knot pada pukul 05.00 Wita. (*/ika/uno)

Editor : uki-Berau Post
#infrastruktur