TARAKAN – Setelah dilakukan groundbreaking di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada tahun 2021 lalu. Presiden RI Joko Widodo, kemarin (28/2), kembali meninjau lokasi tersebut.
Presiden memastikan KIHI seluas 13 hektare di Kabupaten Bulungan akan menjadi pembangunan industri electric vehicle (EV) battery, pembangunan petrokimia, petrochemical dan industri aluminium yang terbesar di dunia.
“Yang semuanya kami harapkan nanti didukung oleh energi hijau. Oleh renewable energy, hydropower dari Sungai Mentarang dan Sungai Kayan di Kalimantan Utara,” ujarnya, Selasa (28/2).
Dengan kekuatan kompetitif seperti itu, lanjut Jokowi, kemudian barang-barang produk yang dihasilkan merupakan produk-produk hijau. Inilah yang akan menjadi kekuatan KIHI di Kaltara. Menurutnya, jika pembangunan tersebut terealisasi dengan baik, semua investor pasti akan tertarik.
“Progres ini akan saya ikuti terus perkembangannya dari hari ke hari, bulan ke bulan. Sehingga betul-betul tidak meleset dari schedule yang telah kami tentukan. Saya kira kalau melihat lapangan, kelihatannya saya tadi (kemarin, Red) tanya di lapangan tidak ada masalah. Perizinan semuanya sudah komplit,” tuturnya.
Ia juga berharap, progres pengerjaan tidak mengalami hambatan. Meski KIHI merupakan proyek jangka panjang, tetap menargetkan penyelesaian di tahun 2026-2027. Usai berkeliling meninjau lokasi KIHI, Presiden dengan menggunakan helikopter kembali menuju Kota Tarakan.
Berada di Tarakan, Jokowi menyempatkan untuk mengecek harga kebutuhan pokok. Termasuk membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pedagang, bagikan sembako, kaos dan buku kepada masyarakat di Pasar Tenguyun Tarakan.
Bahkan, orang nomor satu di Indonesia berkesempatan berdialog bersama nelayan di Kampung Nelayan, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur.
“Kami ingin cek harga-harga yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. Baik itu minyak goreng. Untuk bawang merah masih cukup tinggi, diharga Rp 40 ribu (per kilogram). Yang naik sedikit dari bawang putih,” jelasnya.
Ia memastikan harga kebutuhan lain dipastikan normal. Bahkan pasokan kebutuhan pokok dinyatakan aman. Sementara di Kampung Nelayan, Jokowi mendengar langsung keluhan terkait kelangkaan solar subsidi bagi nelayan.
Keluhan tersebut sudah disampaikan langsung ke Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
“Langsung saya tampung dan saya minta Pak Menteri untuk menyelesaikannya. Kemudian ada juga peremajaan alat tangkap yang harus disiapkan. Juga kapal dengan motor 15 PK ada beberapa yang harus diperbarui,” tuturnya.
Usai lakukan dialog bersama warga di Pasar Tenguyun dan Kampung Nelayan, Presiden pun beristirahat di salah satu hotel yang berada di Jalan Mulawarman. Hingga sore hari, di seputaran hotel dijaga ketat oleh aparat keamanan dari unsur TNI/Polri. Bahkan, masih terlihat warga Tarakan yang setia menunggu Presiden keluar. Dijadwalkan hari ini (1/3), agenda Presiden lakukan groundbreaking PLTA Mentarang di Kabupaten Malinau. (sas/fai/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria