“Kalau dua pengelola lainnya, yakni PT Indonesia Strategis Industri dan PT Kayan Patria Propertindo (KPP). Sekarang ini masih menyelesaikan beberapa administrasi perizinan,” ungkapnya.
Untuk ISI, sambung Rahman, tengah melakukan pembangunan kantor pengelola dan pembebasan lahan. Informasinya, mereka juga akan memasukan beberapa tenant. “Rencananya, ada delapan tenant yang akan masuk di kawasan PT Indonesia Strategis Industri,” bebernya.
Kemudian, untuk KPP masih melakukan proses pembebasan lahan. Artinya, sampai saat ini tidak ada yang tidak berjalan. Karena semua pengelola melakukan kegiatan.
Hal senada disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani. Ia memastikan bahwa kegiatan pembangunan di KIHI terus berjalan. Dalam hal ini, pemerintah akan terus mengawal proses tersebut. “Sesuai arahan Presiden. Kita di daerah diminta untuk mengawal proses pembangunan KIHI,” ujarnya.
Dalam hal ini, pengelola kawasan juga diminta untuk menyampaikan tembusan ke Pemda Bulungan terkait progres di lapangan. Jika ada kendala, pemerintah memastikan siap memfasilitasi. “Jadi, kita minta pengelola kawasan untuk melaporkan progres secara berkala,” harapnya.
Dengan begitu, pemeritah dapat mengetahui progres yang dilakukan di lapangan. Kendati demikian, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini menyakini bahwa setiap pengelola kawasan telah memiliki perencanaan untuk proses pembangunan di lapangan.
“Saya yakin, semua kegiatan yang dilakukan di lapangan akan berjalan sesuai perencanaan yang dimiliki oleh pengelola kawasan,” pungkasnya. (jai/eza)