TANJUNG SELOR – Pembangunan wisata mangrove di Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Palas menelan anggaran Rp 800 juta. Meskipun telah selesai pembangunannya, masih banyak yang perlu ditingkatkan guna mendukung perkembangan pariwisata yang ada di Bumi Tenguyun.
“Wisata mangrove itu telah rampung dibangun, tapi masih banyak yang harus ditata. Seperti infrastruktur dan dukungan akses menuju ke lokasi wisata itu,” ujar Bupati Bulungan Syarwani, beberapa waktu lalu.
Bahkan, kelanjutan pembangunan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Meskipun tidak bisa diselesaikan sekaligus. Menurut Syarwani, pemerintah daerah bisa menangani seperti soal akses, transportasi ataupun penataan tambahan kawasan tersebut.
Dia juga mengatakan, mangrove yang merupakan kawasan hutan. Sehingga domainnya ada di Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Kehutanan (Dishut). Namun, bisa saja saling bersinergi antara Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan.
Anggota DPRD Bulungan Ibau Imang menambahkan, pembangunan wisata mangrove di Desa Teras Nawang sedang diupayakan menjadi Desa Wisata.
“Ada dua yang bisa diangkat seperti wisata mangrove dan Balai Desa. Perlu dijadikan desa wisata, karena banyak yang bisa disuguhkan. Mulai dari pementasan budaya lalu kawasan mangrove,” ungkapnya.
Menurut Ibau, untuk melanjutkan pembangunan wisata tersebut diperlukan kurang lebih Rp 1 miliar. “Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu dalam pembangunan keberlanjutan wisata mangrove ini,” harapnya. (*/ika/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria