Secara nasional harga beras saat ini mengalami kenaikan. Dampak kenaikan harga beras pun didapati di Kota Tarakan. Harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Bumi Paguntaka menyentuh harga Rp 18 ribu perkilogram. Sementara beras medium berkisar Rp 17 ribu perkilogram.
Dipastikan harga beras tersebut sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023. Dalam aturan tersebut sudah mengatur HET untuk beras medium dan premium. Untuk HET beras medium dan premium zona Kalimantan yaitu Rp 14.400 perkilogram.
Baca Juga: Atur Jam Buka Warung Makan dan THM di Ramadan Tahun ini, Banjarmasin Masih Pakai Perda yang Lama
Koordinator Pasar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMP) Tarakan, Firman menyebutkan, adapun faktor yang menyebabkan harga beras naik secara signifikan yaitu kenaikan harga gabah dan pupuk. "Dikarenakan juga ada beberapa daerah penghasil yang mengalami gagal panen," katanya.
Diakui Firman, kenaikan harga beras memang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Namun saat ini dari pemerintah pusat sudah menekankan agar di seluruh daerah tidak ada kekosongan stok beras, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk di Kota Tarakan, pihaknya mendapati hampir setiap minggu terjadi kenaikan harga beras. Untuk beras yang dijual 20 kg, biasanya hanya berkisar di Rp 300 ribu namun bisa mencapai Rp 400 ribu. "Kenaikannya tidak langsung, per minggunya naik Rp 2 ribu, begitu," sebut Firman.
Namun untuk harga beras yang dijual oleh Bulog, saat ini masih didapati dengan harga Rp 12 ribu perkilogram. Pihaknya memprediksi kenaikan harga besar akan terjadi hingga bulan depan. Untuk di Kota Tarakan, belum bisa dipastikan kapan harga beras akan kembali normal lantaran saat ini kebutuhan beras di Tarakan masih mengandalkan beras dari luar daerah, seperti dari Sulawesi.
"Tapi ada informasi juga kalau beberapa Minggu ke depan ada penurunan harga," imbuhnya.
Kemudian untuk stok beras di Kota Tarakan saat ini dipastikan masih aman. Khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Dari pihak distributor mampu mendatangkan 5 ton beras setiap bulannya. Kemudian ada beberapa distributor beras di Tarakan, sehingga dinilai aman untuk stok beras.
Dari pihaknya akan selalu lakukan pemantauan langsung harga beras di pasar tradisional, swalayan dan gudang penyimpanan beras.
"Ritel-ritel modern kita datangi juga, kita pantau kan karena rata-rata pengambilan berasnya dari luar," pungkasnya. (zar/ana)