Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Kalbar Dimulai Bulan Juli

Syahriani Siregar • Rabu, 26 Juni 2024 - 23:10 WIB
Jemaah calon haji Indonesia menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka ke Arafah di Makkah, Arab Saudi, Jumat (14/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.)
Jemaah calon haji Indonesia menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka ke Arafah di Makkah, Arab Saudi, Jumat (14/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.)

 

Fase pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Indonesia telah dimulai. Sementara itu,  jemaah haji Kalbar dijadwalkan pulang ke Kalbar pada Juli 2024. Muhajirin Yanis, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar mengatakan jemaah Kalbar dijadwalkan tiba di Pontianak pada Juli  pada 10 hingga 15 Juli 2024. 

"Dimulai dari kelompok terbang (Kloter) 16 pada 10 Juli 2024," katanya.Penerbangan dari Batam ke Pontianak dibagi menjadi tiga penerbangan pada penerbangan pertama, pukul 06.30 Jemaah Haji memasuki aula keberangkatan di Asrama Haji Batam, kemudian melakukan absensi dan pelepasan sebelum naik bus.

Pada pukul 08.30  berangkat ke Bandara Hang Nadim Batam, dan terbang ke Pontianak pukul 09.30. "Kemudian dilanjutkan jemaah lainnya untuk penerbangan kedua dan ketiga," ungkapnya.

Keesokan harinya dilanjutkan kloter berikutnya yakni Kloter 17 pada 11 Juli 2024 dan seterusnya hingga kloter 21 pada 15 Juli 2024. Petugas haji juga telah mengingatkan jemaah untuk tidak membawa barang bawaan yang dilarang dalam penerbangan.

Mengacu pada GAC Airport Authority KSA, air Zamzam ukuran apapun dan kemasan apapun, dilarang untuk dimasukkan ke dalam barang bawaan penumpang, baik tas jinjing atau koper bagasi.  

Nantinya akan ada pemeriksaan koper bagasi dan tas kabin. Pastikan jemaah tidak ada air Zamzam masuk ke dalam tas kabin maupun koper bagasi.

Setiap jemaah haji akan mendapatkan 1 botol air zamzam (5 liter) yang dibagikan setibanya di asrama haji Indonesia.

Jika terbukti membawa Zamzam, koper akan dibongkar dan ditahan, dikirim tidak bersamaan dengan kloter.

Barang terlarang seperti pisau, gunting atau lainnya yang masuk kategori barang terlarang sehingga jemaah diminta untuk mengecek agar tidak menjadi kendala untuk masuk. Setiap jemaah memastikan seluruh dokumen yang harus dibawa, tidak ada yang tertinggal.

Misalnya, paspor dan boarding pass. Kalau sampai tercecer, segera komunikasikan dengan perangkat kloter, agar perangkat kloter atau pembimbing ibadah menyampaikan ke petugas yang ada di Madinah atau di bandara. (*)

 
 
 
Editor : Indra Zakaria