Lapiu, Buah Langka dan Mahal dari Kaltara; Juga Dinamai Buah Pemilu karena Berbuah Lima Tahun Sekali
Indra Zakaria• Selasa, 3 September 2024 - 17:50 WIB
Buah lepiu atau lapiu, mirip jengkol namun lebih gurih dan hanya lima tahun sekali berbuah.
Buah Lapiu atau lepiu (Archidendron Panviflorum .Benth) merupakan buah langka dan khas Kalimantan Utara (Kaltara), terutama di daerah sepanjang tepi sungai seperti Sungai Sesayap, Sungai Sembakong dan Sungai Sebuku bagian hulu. Tumbuhan ini suka tanah yang basah atau berair seperti rawa.
Buah lepiu merupakan buah asli Kalimantan Utara. Buah musiman yang hanya berbuah sekitar 5 tahun sekali ini menjadi buah langka yang sangat jarang ditemui di pasaran. Entah dari mana asal-usul nama buah ini diberikan. Tetapi orang tua zaman dulu pernah bercerita bahwa buah ini dinamakan lepiu karena bentuknya yang lonjong dan pipih menyerupai bentuk hati atau cinta (love). Mungkin orang lokal latah menyebut love you menjadi lepiu.
Salah satu penjual buah lepiu, Ujang Bain (60) mengatakan buah lepiu memang tergolong buah langka dan merambat karena pohonnya merambat seperti rotan. Tanaman ini biasanya tumbuh subur di pedalaman hutan di hulu. "Buah lepiu ini dia menggantung di pohon yang tinggi dan buah ini akan jatuh dengan sendirinya. Jika sudah jatuh maka di situlah kita pungut. Dalam sehari jika warga sudah masuk ke hutan untuk mencari buah lepiu ini mereka terkadang hanya mendapat buah tersebut sekitar 4-5 kg saja. Sebenarnya pohon lepiu ini sangat banyak, tetapi jarang yang berbuah. Makanya tidak heran harga lepiu ini jika dijual harganya bisa mencapai Rp 200 ribu per kg bahkan lebih," kata Ujang Bain.
Walau harganya mahal, buah lapiu tetap diminati dan diburu masyarakat KTT. Sebab buah ini hanya dapat ditemukan di pohon-pohon tinggi di hutan. Buah ini tidak dibudidayakan dan hanya musin 5 tahun sekali. Bentuknya seperti jengkol dengan kulit berwarna hitam.
Menempel pada pohon besar seperti kacang-kacangan dan ketika masak biji-bijinya jatuh ke tanah. Biji-biji inilah yang disebut buah lepiu. Salah satu pedagang buah lapiu, Wahyuni mengaku setiap 5 tahun sekali akan menerima hasil panen buah lapiu dari pencari buah di kawasan Desa Menjelutung, Desa Sengkong di Kecamatan Sesayap Hilir. Mencari buah lapiu ini gampang-gampang susah.
“Menjual buah lapiu tidak sesulit saat mencarinya. Hanya dalam kurang dari 5 jam, sekitar 30 – 50 Kg akan ludes terjual. Awal musim buah ini, harganya mencapai Rp200 ribu per kg. Sekarang ini, yang mencari buah ini sudah mulai banyak. Dan harga jualnya turun sampai Rp100 ribu. Ada juga yang menjual Rp75 ribu. Tapi, mau harga mahal atau murah, buah lapiu tetap laku di pasaran,” ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa sebagian masyarakat mengklaim bahwa buah ini merupakan buah khas Kabupaten Tana Tidung (KTT). “Ada yang ngomong, kalau buah ini buah Pemilu. Karena panennya setiap 5 tahun sekali. Aneh juga, kenapa buah ini hanya bisa dinikmati tiap 5 tahun sekali. Ini kesempatan bagi pembeli memakan buah ini, kapan lagi? Kalau soal rasa, jangan ditanya. Rasanya jauh lebih gurih. Lebih bersusu dan enak dibandingkan biji buah cempedak. Tak heran kalau harganya mahal,” ungkapnya.
Pejabat Dinas Pertanian Pangan dan Kehutanan KTT Sugeng Haryono mengatakan lepiu adalah buah yang berharga cukup mahal sebab buah ini hanya dapat ditemukan di pohon-pohon tinggi yang berada dalam hutan. Buah ini tidak dibudidayakan. Bentuknya seperti jengkol dengan kulit berwarna hitam.
"Biasanya buah ini menempel pada pohon besar dan ketika masak biji-bijinya itulah yang berjatuhan ke tanah. Biji-biji inilah yang disebut buah lepiu. Harganya mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram," kata Sugeng Haryono
Menurutnya, cara mengonsumsi buah ini adalah dengan cara direbus lalu kulitnya dilepas dan langsung dimakan, buah ini sanagat enak dimakan apalagi dengan madu dan juga bisa dimakan biasa saja."Rasa dari buah lepiu ini sama seperti rasa jengkol atau ubi atau pun biji cempedak. Biasanya buh lepiu direbus untuk dikonsumsi. Warna buahnya kuning pudar. Apalagi dagingnya yang sedikit berminyak ketika direbus. Rasanya lebih seperti ubi manis," ujarnya.
Buah lepiu mempunyai banyak fungsi dan manfaat. Buah Lepiu biasanya diolah sebagai sayuran atau digoreng untuk lauk dan cemilan yang lezat dan sehat bagi anak. "Buah lepiu adalah salah satu sumber karbohidrat yang 3 kali jauh lebih banyak dari biji gandum. Protein yang dikandung buah lepiu melebihi setengah dari kandungan protein pada biji gandum, memberikan energy yakni 165 kk/100 gram," jelas Sugeng. (*/rko/udn)