Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Kemarau Ekstrem: Pemko Banjarmasin Siapkan Pompa dan Sumur Gali untuk Amankan Lahan Pertanian

Redaksi Prokal • Jumat, 10 April 2026 - 16:45 WIB
SAWAH: Lahan pertanian di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin menjadi salah satu titik prioritas penanganan pompanisasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau ekstrem.
SAWAH: Lahan pertanian di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin menjadi salah satu titik prioritas penanganan pompanisasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau ekstrem.

PROKAL.CO- Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah sigap guna menghadapi ancaman kemarau ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Kalimantan Selatan. Untuk mencegah gagal panen akibat kekeringan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin menyiapkan skema pompanisasi sebagai solusi utama dalam menjaga pasokan air ke lahan-lahan pertanian warga.

Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memetakan titik-titik rawan kekeringan, khususnya di wilayah dengan potensi pertanian besar seperti Sungai Lulut dan kawasan Banjarmasin Selatan. Strategi yang dijalankan adalah dengan menarik air dari sumber terdekat menggunakan mesin pompa portable untuk kemudian dialirkan langsung ke area persawahan yang mulai mengering.

Saat ini, pemerintah telah menyiagakan empat unit pompa portable yang siap dimobilisasi kapan saja. Selain mengandalkan alat milik pemerintah, para penyuluh pertanian di lapangan juga diinstruksikan untuk mendata mesin pompa milik kelompok tani. Langkah ini bertujuan untuk membangun sistem kerja sama gotong royong antarpetani, sehingga distribusi bantuan air dapat dilakukan secara merata dan kolektif bagi mereka yang membutuhkan.

Selain penggunaan pompa portable, Pemko Banjarmasin akan mengoptimalkan keberadaan rumah pompa permanen di Kelurahan Tanjung Pagar dan Sungai Lulut. Infrastruktur ini akan menjadi tulang punggung distribusi air cadangan ketika debit air sungai mulai mengalami penurunan drastis akibat cuaca panas yang berkepanjangan.

Yuliansyah menambahkan bahwa kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi lahan rawa memberikan keuntungan strategis karena ketersediaan air bawah tanah yang melimpah. Jika kondisi kemarau nantinya masuk dalam kategori sangat ekstrem, pemerintah telah menyiapkan rencana darurat berupa penggalian sumur di titik-titik strategis. Dengan segala kesiapan ini, diharapkan produktivitas pertanian kota tetap terjaga dan para petani terhindar dari kerugian besar selama musim kemarau berlangsung. (*)

Editor : Indra Zakaria
#banjarmasin