Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Strategi Baru Cegah Karhutla Kalsel: Andalkan Analisis Arah Angin hingga Optimalisasi Kanal

Redaksi Prokal • Jumat, 10 April 2026 - 17:30 WIB
Satgas Karhutla Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan karhutla yang membakar lahan kering di Desa Sungai Batang Ulu, Kecamatan Martapura Barat, tahun 2023 lalu.
Satgas Karhutla Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan karhutla yang membakar lahan kering di Desa Sungai Batang Ulu, Kecamatan Martapura Barat, tahun 2023 lalu.

 

PROKAL.CO- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai memperkuat strategi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data. Fokus utama kini diarahkan pada pemanfaatan data pergerakan arah angin serta optimalisasi infrastruktur air untuk menjaga kelembapan lahan selama musim kemarau.

Gubernur Kalsel, Muhidin, menjelaskan bahwa arah angin kini menjadi variabel kunci dalam menentukan efektivitas penanggulangan bencana. Pergerakan angin sangat memengaruhi distribusi curah hujan, termasuk keberhasilan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Muhidin mencatat bahwa koordinasi lintas daerah menjadi krusial karena fenomena cuaca di provinsi tetangga, seperti Kalimantan Tengah, seringkali berdampak langsung pada kondisi wilayah Kalsel jika arah angin mendukung.

Selain faktor cuaca, Pemprov Kalsel juga memberikan perhatian serius pada pembangunan kanal dan sistem pengairan. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan daerah resapan air tetap basah sehingga lahan tidak mudah mengering dan terbakar. Langkah ini dinilai sangat penting bagi wilayah dengan karakteristik tanah khusus seperti di Liang Anggang, Cempaka, dan Landasan Ulin, di mana lapisan batu putih di bawah permukaan membuat daya serap air menjadi lebih lambat.

Muhidin menekankan bahwa distribusi air harus dikelola dengan cermat agar kelembapan tanah terjaga merata. Di sisi lain, pemerintah daerah juga bersiap menetapkan status darurat bencana jika kondisi cuaca menunjukkan potensi ekstrem. Penetapan status ini menjadi payung hukum bagi daerah untuk mengajukan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, termasuk mobilisasi bantuan TMC secara masif.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan agar strategi penanganan karhutla dilakukan secara seimbang. Penambahan curah hujan melalui modifikasi cuaca harus diperhitungkan dengan matang agar tidak menimbulkan risiko bencana baru seperti banjir. Fokus utama tetap pada upaya pencegahan dini yang proaktif, memastikan lahan tetap basah dan aman, sehingga penanganan tidak lagi sekadar reaktif saat titik api sudah muncul ke permukaan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#karhutla #kalsel