Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keracunan Massal di Amuntai: Puluhan Siswa dan Warga Tumbang Usai Santap Menu MBG

Redaksi Prokal • Jumat, 24 April 2026 | 06:15 WIB
Salah satu ruangan di RS Mulia disesaki keluarga korban diduga keracunan MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (23/4/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin)
Salah satu ruangan di RS Mulia disesaki keluarga korban diduga keracunan MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (23/4/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin)

PROKAL.CO- Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) digemparkan oleh dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Amuntai serta peserta Posyandu di Kelurahan Antasari pada Kamis (23/4). Insiden ini diduga kuat berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa sajian mie yang dipasok oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Amuntai Tengah.

"Kami merasakan pusing dan mual yang sangat hebat sesaat setelah mengonsumsi menu mie itu. Rasanya seperti spageti, tapi tak lama setelah makan, badan langsung terasa tidak enak," ujar salah satu warga yang menjadi korban saat ditemui di rumah sakit.

Kondisi darurat ini membuat RS Mulia Amuntai disesaki oleh para pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah warga yang terdampak mencapai puluhan orang dengan kondisi yang beragam.

"Informasi sementara yang kami terima, total korban mencapai 61 orang. Sebanyak 19 orang di antaranya masih harus menjalani observasi intensif oleh tim medis, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya mulai stabil," jelas petugas di lapangan yang memantau penanganan korban.

Pihak kepolisian pun langsung turun tangan untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian yang meresahkan masyarakat Amuntai ini. Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Iptu Asep, membenarkan adanya laporan mengenai dugaan keracunan massal tersebut.

"Benar, ada peristiwa diduga keracunan massal terkait menu MBG tersebut. Namun, untuk saat ini hanya itu yang bisa kami sampaikan. Kami minta masyarakat menunggu perkembangan berikutnya karena penyelidikan masih berjalan," tegas Iptu Asep singkat.

Saat ini, pihak berwenang telah mengambil langkah taktis dengan menggandeng BPOM untuk memeriksa kelayakan makanan yang disajikan. Sampel mie yang dicurigai sebagai penyebab utama telah diamankan untuk diuji di laboratorium.

"Sampel makanan sudah kami amankan dan diambil oleh BPOM untuk uji laboratorium guna memastikan apakah ada sumber kontaminasi di sana. Kami fokus pada hasil medis dan uji sampel tersebut," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di RS Mulia Amuntai masih tampak sibuk dengan aktivitas penanganan medis, sementara Pemerintah Kabupaten HSU belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil investigasi mendalam terhadap SPPG terkait. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Mbg #Amuntai