PROKAL.CO – Di balik rimbunnya hutan Desa Dukuh Rejo, tepatnya di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai yang legendaris, sebuah misi penyelamatan keanekaragaman hayati baru saja dituntaskan. Tim UPTD Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan berhasil menembus pedalaman Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, demi mencari dan membawa pulang harta karun hijau yang mulai menghilang dari habitat aslinya.
Dalam eksplorasi tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi sedikitnya 56 spesies tumbuhan khas Kalimantan. Koleksi yang didominasi oleh berbagai jenis anggrek hutan, begonia, hingga tanaman hias dan kladi-kladian ini bukan sekadar tambahan pajangan, melainkan bagian dari fungsi krusial Kebun Raya sebagai benteng pertahanan terakhir bagi flora Kalimantan Selatan melalui sistem konservasi ex-situ.
Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu Kebun Raya Banua, Muhammad Ferza Listyannoor, menekankan bahwa langkah ini adalah upaya nyata untuk memastikan generasi mendatang masih bisa mengenal kekayaan hayati daerahnya sendiri secara langsung. Namun, memindahkan tanaman dari alam liar bukanlah perkara mudah. Seluruh spesies yang ditemukan kini tengah menjalani masa perawatan intensif dan adaptasi di Banjarbaru agar mampu menyesuaikan diri dengan media tanam serta kelembapan baru sebelum nantinya dipamerkan sebagai sarana edukasi.
Hal yang menarik dalam misi tahun ini adalah diterapkannya konsep konservasi timbal balik. Kebun Raya Banua tidak hanya mengambil spesies dari alam, tetapi juga "mengembalikan" bibit tanaman yang sudah berhasil dibudidayakan ke rumah asalnya. Salah satu contohnya adalah tanaman meranti yang kini keberadaannya di alam liar semakin kritis. Setelah beberapa tahun diselamatkan dan dikembangkan di kebun raya, bibit-bibit meranti tersebut kini dikembalikan ke Tanah Bumbu untuk mendukung pemulihan ekosistem lokal.
Sinergi antara pengambilan bibit baru dan penanaman kembali ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Kalimantan. Melalui eksplorasi ini, Kebun Raya Banua bertekad untuk terus menjadi pusat pelestarian yang tidak hanya melindungi kekayaan alam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sebagai warisan yang tak ternilai bagi masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria