Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Apes Usai Isi Pertalite, Belasan Kendaraan hingga Ambulans di Paringin Mogok Massal Akibat Bensin Campur Air Hujan

Redaksi Prokal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:45 WIB
Manajemen SPBU 64.714.02 Paringin, Kabupaten Balangan mengakui adanya rembesan air hujan yang masuk ke tangki pendam BBM dan menyebabkan sejumlah kendaraan warga mogok usai mengisi Pertalite pada Jumat (12/6/2026) sore.(Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)
Manajemen SPBU 64.714.02 Paringin, Kabupaten Balangan mengakui adanya rembesan air hujan yang masuk ke tangki pendam BBM dan menyebabkan sejumlah kendaraan warga mogok usai mengisi Pertalite pada Jumat (12/6/2026) sore.(Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)

PARINGIN – Jagat maya di Kabupaten Balangan mendadak geger pada Jumat (12/6/2026) sore. Sejumlah pengendara kompak mengeluhkan kendaraan mereka yang tiba-tiba mati mesin alias mogok massal secara mendadak. Setelah ditelusuri, biang keroknya ternyata adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang baru saja mereka isi di SPBU 64.714.02 Paringin telah tercampur dengan air.

Salah satu korban keapesan ini adalah Abdillah. Ia menceritakan bahwa sepeda motornya mendadak mogok total setelah melaju sekitar tiga kilometer dari area SPBU tersebut.

Lantaran menaruh curiga, Abdillah lantas mendorong motornya ke bengkel terdekat. Bak disambar petir, mekanik bengkel menemukan bahwa tangki motornya tidak hanya berisi bensin, melainkan didominasi oleh air. Parahnya, insiden ini tidak hanya menyasar kendaraan roda dua milik warga, namun satu unit mobil ambulans yang tengah bertugas juga dilaporkan ikut mogok usai mengisi BBM di nosel yang sama.

Tak terima dengan kejadian tersebut, Abdillah langsung balik kanan ke SPBU untuk melayangkan protes keras. Pihak manajemen memang merespons komplain tersebut dengan memberikan kompensasi. Sayangnya, ganti rugi yang diberikan dinilai sepihak karena hanya sebatas pengembalian nominal uang seharga Pertalite yang dibeli.

"Uang bensinnya memang dikembalikan, tapi untuk biaya jasa mekanik dan kuras tangki di bengkel terpaksa saya harus tanggung sendiri," keluh Abdillah. Menanggapi gelombang protes warga, manajemen SPBU 64.714.02 Paringin akhirnya buka suara dan menyampaikan klarifikasi resmi. Perwakilan SPBU, M. Aulia, secara terbuka mengakui adanya kontaminasi air dalam pasokan Pertalite mereka sore itu.

"Berdasarkan identifikasi awal dari tim teknis kami di lapangan, hal ini murni karena faktor cuaca buruk. Terjadi rembesan air hujan yang cukup deras hingga berhasil menerobos masuk ke dalam tangki pendam (bungker penyimpanan) BBM," terang Aulia secara blak-blakan. Menyadari dampak fatal yang ditimbulkan, Aulia menegaskan pihak SPBU langsung mengambil langkah darurat. Tangki pendam yang terindikasi kemasukan air langsung disterilisasi dan dikuras habis. Guna menyumbat celah kebocoran, manajemen juga langsung melakukan pengecoran ulang di area permukaan tanah yang rawan rembesan air. "Upaya pembersihan dan perbaikan fisik sudah rampung kami lakukan. Saat ini, tangki sudah bersih dan aktivitas penjualan sudah kembali berjalan normal," tegasnya.

Belajar dari insiden memalukan ini, manajemen SPBU Paringin menetapkan SOP baru yang lebih ketat terkait operasional saat cuaca buruk. Ke depan, jika hujan turun dengan intensitas tinggi, pihak SPBU akan memilih opsi lockdown alias menghentikan sementara seluruh aktivitas penjualan BBM. Operasional baru akan dibuka kembali setelah tangki pendam dipastikan aman dari intervensi air hujan.

Aulia juga meminta maaf dan mengimbau kepada masyarakat atau konsumen lain yang merasa dirugikan untuk segera melapor ke posko pengaduan di SPBU, dengan catatan wajib membawa bukti yang valid.

"Bagi masyarakat yang mengalami keluhan serupa setelah mengisi BBM di tempat kami, silakan langsung melapor dengan membawa bukti fisik yang jelas. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk datang," pungkas Aulia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#paringin #Balangan