PELAIHARI – Suasana di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut mendadak mencekam pada Jumat (12/6/2026) siang. Sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna putih hangus terbakar hebat sesaat setelah melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Insiden yang terjadi di lokasi yang tak jauh dari Mapolres Tanah Laut ini sontak memicu kepanikan massal di kalangan petugas SPBU dan puluhan pengendara yang tengah mengantre.
Berdasarkan rekaman video amatir warga yang beredar luas, lidah api dengan sangat cepat berkobar melalap hampir seluruh badan minibus tersebut. Mengetahui bahaya besar mengancam, para petugas SPBU sempat berhamburan mencoba menjinakkan api menggunakan beberapa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, karena material di dalam mobil diduga sangat mudah terbakar, api terus membesar hingga membubung tinggi dan menghanguskan seluruh badan kendaraan.
Situasi kritis tersebut akhirnya berhasil dikendalikan setelah puluhan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta para relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pelaihari tiba di lokasi guna melakukan pemadaman secara masif. Bersamaan dengan itu, jajaran kepolisian langsung mengamankan TKP dan mensterilkan arus lalu lintas di sekitar area tangki pengisian.
Bobot insiden ini menarik perhatian serius dari jajaran petinggi kepolisian setempat. Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, bersama Wakapolres Kompol Thomas Afrian, Kasat Reskrim AKP Cahya Perasada Tuhuteru, hingga Kanit Tipidter Ipda M. Fahmi Sanusi turun langsung ke lapangan untuk memimpin proses penanganan serta memulai penyelidikan awal.
Begitu api berhasil dipadamkan dan garis polisi terpasang, petugas yang memeriksa bangkai kendaraan dikejutkan dengan sebuah temuan mencurigakan. Di dalam kabin mobil yang telah hangus itu, polisi menemukan sejumlah jeriken yang masih terisi BBM diduga jenis Pertalite. Tak hanya itu, petugas juga mendapati sebuah tangki modifikasi berukuran jumbo yang sengaja dipasang di dalam mobil.
Temuan tangki siluman dan jeriken ini mengindikasikan kuat bahwa mobil tersebut sengaja digunakan oleh oknum warga untuk aktivitas ilegal pelangsiran atau penimbunan BBM bersubsidi. Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan masih mendalami temuan krusial tersebut secara objektif dan belum mengetok palu putusan final terkait pelanggaran hukum yang terjadi.
Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, menyatakan bahwa tim penyidik masih bekerja keras di lapangan untuk mencari tahu pemantik utama munculnya percikan api yang membakar habis mobil tersebut.
"Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim kami. Namun yang paling utama, titik api yang membakar mobil sudah berhasil diisolasi dan dipadamkan total agar tidak merembet ke fasilitas utama SPBU," jelas Ricky di lokasi kejadian.
Terkait keberadaan tangki raksasa tambahan dan tumpukan jeriken di dalam kendaraan, Ricky memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera memanggil pemilik kendaraan untuk dimintai pertanggungjawaban. Pemilik mobil akan dicecar mengenai alasan logis di balik modifikasi tangki ilegal tersebut.
Kapolres juga mengimbau dengan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak main-main dengan prosedur keselamatan saat berada di area rawan seperti SPBU. Aktivitas sepele seperti merokok, memodifikasi kelistrikan kendaraan secara asal, hingga mengoperasikan gawai saat pengisian BBM sangat dilarang karena berpotensi besar memicu kerugian materiil hingga korban jiwa akibat ledakan. (*)
Editor : Indra Zakaria