Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sungai Sembakung Meluap, Empat Kecamatan di Nunukan Terendam Banjir Kiriman Malaysia

Redaksi Prokal • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:14 WIB
BANJIR : Dampak kenaikan debit air sungai Sembakung membuat empat kecamatan mulai terendam banjir.
BANJIR : Dampak kenaikan debit air sungai Sembakung membuat empat kecamatan mulai terendam banjir.

 
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Malaysia berdampak langsung pada hilir sungai di Indonesia. Akibat kenaikan drastis debit air Sungai Sembakung, empat kecamatan di wilayah IV Kabupaten Nunukan kini mulai terendam banjir kiriman dari negara tetangga tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas sebagian besar masyarakat setempat lumpuh dan terganggu karena genangan air yang terus meluas.

Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, Tinggi Muka Air atau TMA Sungai Sembakung terus merangkak naik sejak pagi hari. Berdasarkan data terbaru, wilayah yang terdampak luapan air ini meliputi Kecamatan Lumbis Pensiangan, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sembakung Atulai, dan Kecamatan Sembakung. Air dilaporkan pertama kali masuk dan melintasi wilayah perbatasan di Kecamatan Lumbis Pensiangan sebelum akhirnya mengalir ke kecamatan lain di sepanjang aliran sungai.

Hingga saat ini, petugas di lapangan melaporkan bahwa TMA Sungai Sembakung yang terpantau di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, sudah menyentuh angka sepuluh meter. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan drastis hingga tiga meter dari batas ketinggian normal yang biasanya hanya berkisar di angka tujuh meter. Kendati demikian, kabar baik datang dari wilayah hulu di Kecamatan Lumbis Pensiangan yang dilaporkan sudah mulai berangsur surut sejak sore hari.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama dengan jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat terus bersiaga penuh di lokasi kejadian. Petugas terus melakukan pendataan terkait jumlah pasti desa yang terendam, sementara hingga saat ini dilaporkan belum ada warga yang mengungsi ke posko darurat. Untuk mengantisipasi situasi, BPBD telah menyiagakan sejumlah peralatan penyelamatan mulai dari mobil slip on, armada roda dua, hingga perahu long boat guna mempermudah mobilisasi dan evakuasi warga jika debit air kembali meninggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#sembakung