Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Suhu Perkotaan di Kalteng Tembus 33 Derajat, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Redaksi Prokal • Minggu, 19 April 2026 - 10:15 WIB
Langit cerah di atas Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam beberapa hari terakhir suhu udara saat siang cukup panas hingga 33 derajat dan mendadak mendung menjelang malam hari. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Langit cerah di atas Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam beberapa hari terakhir suhu udara saat siang cukup panas hingga 33 derajat dan mendadak mendung menjelang malam hari. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

PROKAL.CO- Cuaca panas menyengat masih mendominasi langit Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru untuk Sabtu (18/4/2026), suhu udara di sejumlah kota besar seperti Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun diperkirakan akan menembus angka 33 derajat Celsius. Kondisi ini memicu rasa gerah yang cukup ekstrem bagi penduduk perkotaan, terlebih dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi hingga menyentuh angka 100 persen.

Meskipun terik matahari terasa begitu dominan pada siang hari, masyarakat diminta untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Fenomena cuaca saat ini cenderung tidak menentu; suhu yang panas menyengat di pagi hingga siang hari seringkali diikuti oleh pertumbuhan awan mendung yang cepat menjelang sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Tengah, terutama di kawasan bagian barat dan utara yang diprediksi akan disertai kilat, petir, serta angin kencang.

Wilayah seperti Sukamara, Kotawaringin Barat, Lamandau, Barito Utara, hingga Murung Raya kini masuk dalam zona waspada terhadap potensi hujan lebat tersebut. Selain itu, hampir seluruh wilayah provinsi ini juga berpotensi mengalami hujan lokal berdurasi singkat namun memiliki daya rusak, seperti ancaman angin puting beliung. Perpaduan suhu ekstrem dan kelembapan tinggi ini menciptakan atmosfer yang labil, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Pemerintah dan otoritas terkait terus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap dampak ikutan dari cuaca ekstrem ini, mulai dari munculnya genangan air secara tiba-tiba, risiko banjir, tanah longsor di daerah perbukitan, hingga potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Kondisi transisi cuaca yang kontras antara panas terik dan hujan lebat dalam satu hari menuntut kesiapan masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dan keamanan lingkungan sekitar. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalteng