KUALA PEMBUANG – Kondisi Pasar Saik Kuala Pembuang yang dinilai tidak terawat memicu kemarahan Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, saat melakukan inspeksi mendadak pada Senin pagi. Dalam tinjauan langsung ke sejumlah titik di pasar tersebut, pemimpin Bumi Gawi Hatantiring ini mendapati fakta bahwa pengelolaan pasar masih jauh dari harapan dan berjalan tidak maksimal. Sejumlah persoalan krusial menjadi sorotan utama, mulai dari buruknya sistem drainase, masalah kebersihan lingkungan, fasilitas yang mulai rusak, hingga banyaknya kios pedagang yang dibiarkan kosong tanpa aktivitas.
Kekecewaan Ahmad Selanorwanda mencuat lantaran ia sebelumnya meyakini bahwa setiap instansi terkait dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara proaktif sesuai arahan. Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan kondisi pasar yang seolah tidak terurus, yang menurutnya menjadi cermin dari masih banyaknya sektor pelayanan publik di Kabupaten Seruyan yang perlu segera dibenahi. Ia menegaskan bahwa situasi ini memperkuat pernyataannya terdahulu bahwa kondisi daerah memang sedang tidak baik-baik saja dan memerlukan langkah perbaikan yang serius.
Sebagai tindak lanjut dari sidak tersebut, Bupati memastikan bahwa pembenahan Pasar Saik akan dimasukkan ke dalam skala prioritas pemerintah daerah. Ia menuntut adanya data dan telaah yang akurat agar program pembenahan dapat segera dianggarkan dan dilaksanakan. Ahmad Selanorwanda juga memberikan peringatan keras kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, dengan menyebut bahwa lemahnya kepekaan dan respons kepala dinas menjadi akar penyebab lambannya pembenahan fasilitas publik. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat pun akan segera dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar tersebut, Bupati telah menyiapkan sejumlah gagasan strategis, termasuk rencana mengaktifkan ruang-ruang kosong di lantai atas pasar. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan standar kenyamanan dan kebersihan di seluruh lingkungan pasar dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dengan langkah ini, diharapkan Pasar Saik dapat kembali menjadi pusat perdagangan yang layak dan representatif bagi masyarakat Seruyan.
Editor : Indra Zakaria