SAMPIT – Aksi kriminalitas yang membahayakan nyawa pengguna jalan kembali menghantui ruas Jalan Trans Kalimantan, khususnya di jalur Sampit–Pangkalan Bun. Seorang sopir truk pengangkut crude palm oil (CPO) dilaporkan menjadi korban pelemparan batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 37 tersebut memicu keresahan bagi para pengemudi angkutan logistik yang kerap melintasi jalur lintas provinsi tersebut saat malam hari.
Kronologi kejadian bermula saat truk CPO tersebut tengah melaju dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat berpapasan dengan dua unit sepeda motor yang masing-masing berboncengan. Secara tiba-tiba, salah satu dari pengendara motor tersebut melempar batu ke arah truk. Lemparan pertama menghantam kaca depan kendaraan hingga mengalami kerusakan cukup parah, sementara lemparan lainnya mengenai bagian tangki truk sebelum para pelaku langsung memacu kendaraan untuk melarikan diri.
Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini, kejadian tersebut dinilai sangat fatal karena dapat menyebabkan sopir kehilangan kendali dan memicu kecelakaan lalu lintas. Terlebih lagi, kondisi jalan di lokasi kejadian pada malam hari tergolong minim penerangan namun tetap ramai dilalui oleh kendaraan angkutan berat. Hingga saat ini, motif di balik aksi nekat tersebut masih menjadi misteri, mengingat korban mengaku tidak memiliki permasalahan dengan pihak mana pun sebelum peristiwa itu terjadi.
Menanggapi kejadian ini, para pengguna jalan yang sering melintasi jalur Trans Kalimantan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melaju di area yang sepi dan gelap pada malam hari. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan meningkatkan patroli keamanan guna mencegah terulangnya aksi serupa yang merugikan masyarakat dan mengganggu kelancaran arus logistik di wilayah Kalimantan Tengah. (*)
Editor : Indra Zakaria