SAMPIT — Angin segar berembus bagi mobilitas masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Mulai pertengahan tahun ini, Bandara Haji Asan Sampit dipastikan semakin ramai dengan kehadiran maskapai milenial Super Air Jet. Tidak tanggung-tanggung, maskapai di bawah naungan Lion Group ini siap membuka rute penerbangan langsung (non-stop) Sampit menuju Jakarta, sekaligus membuka gerbang konektivitas ke belasan kota besar lain hingga luar negeri.
Penerbangan perdana rute Jakarta–Sampit ini dijadwalkan mengangkasa mulai 12 Juni 2026 mendatang. Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengoperasikan pesawat modern Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi untuk memanjakan para penumpang dari dan menuju bumi "Ikan Jelawat" tersebut.
“Mulai 12 Juni 2026, Super Air Jet bagian dari Lion Group akan menerbangkan perdana rute Jakarta ke Sampit menggunakan Airbus A320 kapasitas 180 kursi kelas ekonomi,” ujar Danang.
Hadirnya rute ini otomatis memangkas jarak dan waktu bagi warga Kotim. Melalui titik transit di Jakarta, masyarakat kini bisa dengan mudah melanjutkan penerbangan ke lebih dari 15 kota besar di Indonesia yang masuk dalam jaringan Lion Group, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Pangkal Pinang, Belitung, Yogyakarta, hingga Solo.
Menariknya, ekspansi ini juga membuka interkoneksi internasional yang jauh lebih praktis. Warga Kotim yang ingin pelesiran atau berbisnis ke luar negeri kini memiliki akses langsung menuju destinasi favorit seperti Kuala Lumpur, Penang, Singapura, hingga Bangkok. Bahkan, bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah ke tanah suci, koneksi penerbangan umrah menuju Jeddah kini menjadi jauh lebih mudah dijangkau.
Pembukaan rute strategis ini dinilai menjadi momentum emas untuk melambungkan nama Sampit di kancah nasional maupun internasional. Lonjakan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis ke Sampit diharapkan membawa efek domino yang positif bagi urat nadi perekonomian daerah, khususnya dalam mendongkrak sektor pariwisata unggulan seperti wisata susur sungai, serta menggeliatkan omzet UMKM kerajinan khas lokal.
Untuk urusan ramah kantong, pihak maskapai mematok tarif mulai dari Rp1,5 juta untuk sekali jalan. Meski harga tersebut tetap bersifat fluktuatif menyesuaikan kondisi operasional dan regulasi penerbangan yang berlaku, manajemen berkomitmen penuh agar tarif yang ditawarkan tetap kompetitif dan terjangkau oleh daya beli masyarakat luas. (*)
Editor : Indra Zakaria