SAMPIT — Gerbang udara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan bakal semakin sibuk pertengahan tahun ini. Komitmen Lion Group dalam memperluas konektivitas ke Bumi Ikan Jelawat terus digenjot. Belum reda antusiasme masyarakat atas rencana masuknya Super Air Jet, kini giliran maskapai Wings Air yang membuat gebrakan dengan membuka rute harian nonstop yang menghubungkan Surabaya dengan Sampit.
Mulai 1 Juni 2026, maskapai yang menggunakan armada pesawat baling-baling modern ini akan melayani rute Surabaya–Sampit pergi-pulang (PP) dengan frekuensi tujuh kali seminggu alias setiap hari. Langkah ini diambil guna menjawab tingginya permintaan mobilitas masyarakat dan pelaku usaha yang terus melonjak.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa pembukaan rute harian ini otomatis memangkas waktu tempuh dan menjadikan transit di Bandara Internasional Juanda Surabaya sebagai jembatan emas menuju Sampit dari berbagai penjuru nusantara.
“Ada Wings Air yang mulai 1 Juni. Sekarang sekali sehari atau tujuh kali seminggu melalui Surabaya. Wisatawan dari Bali mau ke Sampit sekarang lebih mudah. Dari Lombok, Makassar, Kendari, Palu sampai Ternate juga lebih mudah menuju Sampit,” jelas Danang.
Lebih dari sekadar urusan transportasi, ekspansi jalur udara ini diyakini bakal menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru bagi Kotim. Dengan aksesibilitas yang semakin lancar dan praktis, peluang masuknya para investor, pebisnis, hingga pelancong domestik ke Sampit diyakini akan terbuka lebar.
Pihak Lion Group kini menaruh perhatian khusus pada Sampit sebagai salah satu destinasi baru yang potensial. Danang juga mengajak masyarakat lokal untuk lebih gencar mempromosikan keunikan daerahnya, mulai dari ragam kuliner, budaya, hingga aktivitas harian warga yang sebenarnya memiliki nilai jual tinggi jika dikemas menarik di media sosial.
Manajemen Wings Air mengaku sangat optimistis bahwa angka keterisian penumpang (load factor) untuk rute baru ini akan langsung mencatatkan tren positif sejak hari pertama mengudara, sekaligus menjadi motor penggerak roda pariwisata dan geliat ekonomi di Kalimantan Tengah. (*)
Editor : Indra Zakaria